
Yen Jepang (JPY) mempertahankan bias bullish sepanjang sesi Eropa awal pada hari Rabu (5/2), dengan pasangan USD/JPY bertahan tepat di atas angka 153,00 atau level terendah sejak 13 Desember. Kenaikan upah riil Jepang menegaskan kembali taruhan bahwa Bank of Japan (BoJ) akan menaikkan suku bunga lagi, yang pada gilirannya, memberikan dorongan kuat bagi JPY. Selain itu, prospek pelonggaran kebijakan lebih lanjut oleh Federal Reserve (Fed) akan menghasilkan penyempitan lebih lanjut dari perbedaan suku bunga antara AS dan Jepang. Hal ini ternyata menjadi faktor lain yang mendorong arus menuju JPY yang berimbal hasil lebih rendah.
Sementara itu, ekspektasi bahwa Fed akan menurunkan biaya pinjaman lebih lanjut pada akhir tahun ini menyeret Dolar AS (USD) ke level terendah mingguan baru dan berkontribusi pada nada penawaran yang tinggi di sekitar pasangan USD/JPY. Namun, kekhawatiran bahwa Jepang juga akan menjadi target tarif Presiden AS Donald Trump, bersama dengan lingkungan risk-on yang berlaku, mungkin menahan para pedagang untuk menempatkan taruhan bullish baru di sekitar JPY yang merupakan safe haven. Para pedagang sekarang menantikan laporan ADP AS dan PMI Jasa ISM AS untuk peluang jangka pendek nanti selama sesi Amerika Utara awal.
Dari perspektif teknis, penurunan intraday dan penerimaan di bawah angka 154,00 dapat dilihat sebagai pemicu baru bagi para pedagang yang bersikap bearish. Selain itu, osilator pada grafik harian telah mendapatkan daya tarik negatif dan masih jauh dari wilayah jenuh jual. Hal ini, pada gilirannya, menunjukkan bahwa jalur dengan resistensi paling rendah untuk pasangan USD/JPY adalah ke sisi bawah dan mendukung prospek pergerakan depresiasi lebih lanjut. Oleh karena itu, penurunan berikutnya menuju angka 153,00, dalam perjalanan ke Simple Moving Average (SMA) 100 hari, yang saat ini dipatok di dekat wilayah 152,45, tampak seperti kemungkinan yang nyata.
Di sisi lain, setiap upaya pemulihan mungkin kini menghadapi resistensi langsung di dekat angka bulat 154,00. Namun, beberapa pembelian lanjutan mungkin mendorong reli short-covering dan mengangkat pasangan USD/JPY ke rintangan antara 154,70-154,75 dalam perjalanan menuju level psikologis 155,00. Sementara itu, pergerakan naik lebih lanjut dapat dilihat sebagai peluang jual dan tetap dibatasi di dekat wilayah 155,25-155,30. Yang terakhir seharusnya bertindak sebagai titik penting, yang jika ditembus dengan tegas akan meniadakan prospek negatif dan menggeser bias jangka pendek ke arah pedagang yang bullish.(Newsmaker23)
Sumber: FXstreet
Yen Jepang melemah mendekati 158,5 per dolar pada hari Kamis(22/1), di tengah kekhawatiran pasar atas prospek fiskal yang memburuk. Bank Sentral Jepang (BOJ) memulai pertemuan kebijakan dua hari, dan ...
Pasangan USD/JPY melemah pada perdagangan Asia hari Senin, bergerak di sekitar 156,20 dan sempat mendekati 156,00. Pelemahan ini terjadi setelah Yen Jepang (JPY) menguat, menyusul sinyal dari Bank of ...
Yen Jepang menjadi mata uang utama dengan kinerja terburuk terhadap dolar AS sepanjang 2025, meskipun Bank Sentral Jepang (BOJ) justru menaikkan suku bunga. Bahkan dengan langkah pengetatan lebih lanj...
Yen Jepang sedikit melemah selama sesi Asia pada hari Rabu(17/12), seiring investor memilih berhati-hati menunggu pembaruan kebijakan Bank Sentral Jepang (BoJ). Fokus pasar kini tertuju pada pertemuan...
Pasangan USD/JPY melemah ke sekitar 155,10 di awal sesi Asia hari Selasa(16/12). Yen menguat pelan karena pasar makin yakin Bank of Japan (BoJ) bakal naikkan suku bunga pada rapat kebijakan hari Jumat...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...