Sunday, 25 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Dolar AS Turun dari Tertinggi Jelang PPI; Sterling Tertekan
Tuesday, 14 January 2025 17:10 WIB | USD/JPY | Indeks DolarDolar AS

Dolar AS turun pada hari Selasa (14/1) di tengah ketidakpastian atas kebijakan tarif Trump, tetapi tetap mendekati level tertinggi dalam dua tahun menjelang rilis data inflasi utama pekan ini.

Pada pukul 04:15 waktu timur AS (09:15 GMT), Indeks Dolar, yang menelusuri greenback terhadap sekumpulan enam mata uang lainnya, diperdagangkan 0,4% lebih rendah menjadi 109,325, setelah naik ke level tertinggi dalam 26 bulan pada hari Senin.

Dolar merosot dari level tertingginya pada hari Selasa menyusul laporan Bloomberg yang menunjukkan bahwa pemerintahan Trump dapat mengambil pendekatan bertahap terhadap tarif.

Federal Reserve memangkas jumlah pemotongan suku bunga yang diproyeksikan untuk tahun 2025 menjadi dua pada pertemuan bulan Desember, dari empat pada bulan September, dengan anggota kebijakan khawatir akan inflasi yang tetap di atas target.

Fokus pekan ini sekarang adalah pada laporan inflasi konsumen AS yang akan dirilis pada hari Rabu, didahului oleh harga produsen pada sesi ini. Di Eropa, pasangan GBP/USD diperdagangkan 0,1% lebih tinggi ke 1,2214, setelah jatuh ke 1,21 pada hari Senin, level terendah sejak November 2023.

Pound mengalami kesulitan tahun ini karena melonjaknya imbal hasil obligasi pemerintah, dan dengan demikian biaya pinjaman yang lebih tinggi, telah memicu kekhawatiran bahwa pemerintahan Buruh yang baru mungkin terpaksa mengendalikan pengeluaran atau menaikkan pajak untuk memenuhi aturan fiskalnya, yang berpotensi membebani pertumbuhan di masa mendatang.

Ada sejumlah data ekonomi Inggris untuk dipelajari pekan ini, dimulai pada hari Rabu dengan harga konsumen terbaru.

Pasangan EUR/USD naik 0,1% ke 1,0255, tepat di atas level terendah lebih dari dua tahun di 1,0177 yang terlihat pada hari Senin.

Mata uang tunggal tersebut mengalami kesulitan di awal tahun setelah turun lebih dari 6% pada tahun 2024 karena investor khawatir tentang pertumbuhan ekonomi yang lemah di kawasan tersebut dan ancaman tarif.

Ada data sentimen yang akan dirilis nanti di sesi ini dari Jerman dan zona euro untuk dicerna. Bank Sentral Eropa secara luas memperkirakan akan menurunkan suku bunga sekitar 100 basis poin pada tahun 2025, dengan sebagian besar pemangkasan terjadi pada paruh pertama tahun ini.(yds)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Yen Melemah, Jepang Siap Keluarkan Kebijakan Fiskal Baru...
Thursday, 22 January 2026 13:56 WIB

Yen Jepang melemah mendekati 158,5 per dolar pada hari Kamis(22/1), di tengah kekhawatiran pasar atas prospek fiskal yang memburuk. Bank Sentral Jepang (BOJ) memulai pertemuan kebijakan dua hari, dan ...

USD/JPY Melemah, BoJ Isyaratkan Pengetatan 2026...
Monday, 29 December 2025 08:48 WIB

Pasangan USD/JPY melemah pada perdagangan Asia hari Senin, bergerak di sekitar 156,20 dan sempat mendekati 156,00. Pelemahan ini terjadi setelah Yen Jepang (JPY) menguat, menyusul sinyal dari Bank of ...

Yen Terpuruk Meski BOJ Naikkan Suku Bunga, Apa yang Terjadi Selanjutnya?...
Friday, 19 December 2025 07:43 WIB

Yen Jepang menjadi mata uang utama dengan kinerja terburuk terhadap dolar AS sepanjang 2025, meskipun Bank Sentral Jepang (BOJ) justru menaikkan suku bunga. Bahkan dengan langkah pengetatan lebih lanj...

Yen Bergerak Hati-Hati Menjelang Keputusan BoJ...
Wednesday, 17 December 2025 10:38 WIB

Yen Jepang sedikit melemah selama sesi Asia pada hari Rabu(17/12), seiring investor memilih berhati-hati menunggu pembaruan kebijakan Bank Sentral Jepang (BoJ). Fokus pasar kini tertuju pada pertemuan...

Yen Mulai "Nendang" Lagi-USD/JPY Bisa Jebol 155?...
Tuesday, 16 December 2025 07:18 WIB

Pasangan USD/JPY melemah ke sekitar 155,10 di awal sesi Asia hari Selasa(16/12). Yen menguat pelan karena pasar makin yakin Bank of Japan (BoJ) bakal naikkan suku bunga pada rapat kebijakan hari Jumat...

LATEST NEWS
Emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400

Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...

Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...

Saham Jepang Pulih Berkat Dorongan Sektor Teknologi

Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...

POPULAR NEWS