
Harga minyak dunia bergerak stabil pada hari perdagangan pertama tahun 2026 setelah mengalami penurunan tajam sepanjang tahun lalu. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di atas 57 dolar AS per barel, sementara minyak Brent sebagai patokan global ditutup di bawah 61 dolar AS per barel. Stabilnya harga ini terjadi setelah pelemahan menjelang libur Tahun Baru.
Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada pertemuan OPEC+ yang akan digelar secara virtual pada 4 Januari. Negara-negara utama seperti Arab Saudi dan Rusia diperkirakan akan mempertahankan keputusan sebelumnya, yaitu tidak menambah pasokan minyak untuk sementara waktu. Kebijakan ini diambil untuk menahan tekanan penurunan harga akibat kelebihan pasokan.
Dari sisi geopolitik, ketegangan kembali meningkat setelah pemerintahan Presiden Donald Trump memperketat sanksi terhadap ekspor minyak Venezuela. Sejumlah perusahaan yang berbasis di Hong Kong dan Tiongkok, serta beberapa kapal, dikenai sanksi karena diduga melanggar pembatasan perdagangan minyak. Langkah ini menambah ketidakpastian di pasar energi global.
Sepanjang tahun lalu, harga minyak anjlok sekitar 20 persen akibat kekhawatiran kelebihan pasokan. OPEC+ sebelumnya sempat meningkatkan produksi, sementara produksi dari negara pesaing juga terus bertambah. Badan Energi Internasional bahkan memperkirakan surplus pasokan bisa mencapai 3,8 juta barel per hari tahun ini, yang disebut-sebut sebagai rekor tertinggi. (az)
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak turun pada hari Rabu(31/12) dan mencatat kerugian tahunan hampir 20%, karena ekspektasi kelebihan pasokan meningkat di tahun yang ditandai dengan perang, tarif yang lebih tinggi, peningka...
Harga minyak dunia sedang berada di jalur penurunan tahunan terdalam sejak pandemi 2020. Tekanan utama datang dari kekhawatiran pasar akan surplus pasokan yang besar, yang diperkirakan masih akan memb...
Harga minyak stabil setelah sesi yang bergejolak pada hari Selasa karena investor mempertimbangkan harapan yang terkikis akan kesepakatan perdamaian Rusia-Ukraina dan meningkatnya ketegangan geopoliti...
Harga minyak tetap menguat karena para pedagang mempertimbangkan ketegangan geopolitik dari Venezuela hingga Rusia dan Yaman terhadap kekhawatiran akan kelebihan pasokan global. Harga West Texas Inte...
Harga minyak dunia masih bertahan naik meski dibayangi kekhawatiran kelebihan pasokan. Para pedagang kini lebih fokus menimbang ketegangan geopolitik, mulai dari Venezuela hingga Rusia dan Iran, yan...
Harga minyak bergerak stabil di hari perdagangan pertama 2026 setelah mencatat penurunan tahunan terdalam sejak 2020. WTI bertahan di atas $57/barel (sekitar $57,45 di pagi hari Singapura), sementara Brent ditutup di sekitar $60,85/barel. Pasar...
Emas (XAU/USD) naik hingga sekitar $4.345 selama sesi Asia pada 2 Januari, mendekati $4.350, didukung oleh ekspektasi penurunan suku bunga Fed dan aliran dana ke aset aman. Sepanjang tahun 2025, harga emas telah melonjak sekitar 65%, terkuat sejak...
Harga perak bergerak menguat pada hari ini, 2 Januari 2026, seiring meningkatnya minat investor di awal tahun. Sentimen pasar didorong oleh ketidakpastian global yang masih tinggi, membuat perak kembali dilirik sebagai aset lindung nilai, meski...
Bank Sentral AS (Federal Reserve) setuju untuk memangkas suku bunga pada pertemuan Desember hanya setelah perdebatan yang sangat bernuansa tentang...
Saham-saham Eropa menguat pada hari Selasa (30/12), memperpanjang kenaikan hingga mencapai rekor tertinggi baru.
Indeks pan-Eropa Stoxx 600 ditutup...
Saham AS mempertahankan momentum yang datar pada hari Selasa, siap menutup tahun relatif dekat dengan rekor tertinggi terbaru, karena pasar menilai...
Ketegangan geopolitik di Amerika Latin kembali meningkat, terutama terkait Venezuela dan tekanan kebijakan Amerika Serikat. Situasi ini mendorong...