Saturday, 28 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak Stabil di Tengah Negosiasi Ukraina & Fed
Wednesday, 10 December 2025 18:22 WIB | OIL |Minyak WTIbrent oil

Harga minyak stabil pada hari Rabu(10/12) karena investor mengamati kemajuan dalam perundingan perdamaian Rusia-Ukraina dan menunggu keputusan tentang suku bunga AS.

Setelah penurunan sekitar 1% pada sesi sebelumnya, minyak mentah Brent naik 7 sen, atau 0,1%, menjadi $62,01 per barel pada pukul 10.39 GMT sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 10 sen, atau 0,2%, menjadi $58,35.

Sumber pasar yang mengutip angka API mengatakan pada hari Selasa bahwa persediaan minyak mentah AS turun 4,78 juta barel minggu lalu sementara persediaan bensin naik 7 juta barel dan persediaan distilat membengkak 1,03 juta barel. Data pemerintah akan dirilis pada pukul 15.30 GMT.

Sementara itu, pasar memperkirakan Federal Reserve AS akan menurunkan suku bunga utamanya seperempat poin pada hari Rabu untuk mendukung pasar tenaga kerja yang mendingin.

Penurunan suku bunga dapat meningkatkan permintaan minyak dengan mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi kenaikan tersebut dibatasi oleh kekhawatiran bahwa pasokan dapat melebihi permintaan. Sementara pasar minyak semakin mendekati kelebihan pasokan yang diperkirakan, pasokan Rusia tetap menjadi risiko, kata analis ING dalam sebuah catatan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan negaranya dan mitra-mitra Eropanya akan segera menyerahkan kepada AS "dokumen yang disempurnakan" tentang rencana perdamaian untuk mengakhiri perang dengan Rusia.

Kesepakatan perdamaian antara Ukraina dan Rusia dapat menyebabkan pencabutan sanksi internasional terhadap perusahaan-perusahaan Rusia, yang dapat membebaskan pasokan minyak yang dibatasi.

Sementara itu, Badan Informasi Energi (EIA) mengatakan pihaknya memperkirakan produksi minyak AS tahun ini akan meningkat lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya, menaikkan perkiraan tahun 2025 sebesar 20.000 barel menjadi rata-rata rekor 13,61 juta barel per hari.

Namun, organisasi tersebut menurunkan perkiraan produksi tahun 2026 sebesar 50.000 barel menjadi 13,53 juta barel per hari.(alg)

Sumber: Reuters.com

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS