Saturday, 28 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak Menguat Tipis, Fokus Beralih Ke Rusia - Ukraina
Friday, 28 November 2025 04:20 WIB | OIL |Minyak WTIbrent oil

Harga minyak naik pada hari Kamis(27/11) karena pelaku pasar mempertimbangkan kemungkinan tercapainya kesepakatan dalam perundingan untuk mengakhiri perang di Ukraina, dengan volume perdagangan yang tipis akibat libur Thanksgiving di AS.

Minyak mentah Brent berjangka ditutup naik 21 sen, atau 0,2%, menjadi $63,34 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate berjangka AS naik 45 sen, atau 0,8%, menjadi $59,10 per barel pada pukul 13.46 ET (18.46 GMT).

Pasar berada di antara harapan dan skeptisisme atas upaya perdamaian yang baru di Ukraina, kata analis komoditas SEB, Ole Hvalbye.

Delegasi AS dan Ukraina akan bertemu minggu ini untuk menyusun formula yang dibahas dalam perundingan di Jenewa guna mewujudkan perdamaian dan memberikan jaminan keamanan bagi Kyiv, kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy.

Kedua belah pihak telah berusaha mempersempit kesenjangan terkait rencana Presiden Donald Trump untuk mengakhiri konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II. Kyiv tetap berhati-hati dalam menerima kesepakatan yang sebagian besar didasarkan pada persyaratan Rusia, termasuk konsesi teritorial.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan garis besar rancangan rencana perdamaian yang dibahas oleh AS dan Ukraina dapat menjadi dasar kesepakatan untuk mengakhiri perang. Putin juga mengatakan bahwa setelah pasukan Ukraina mundur dari wilayah-wilayah penting, pertempuran akan berhenti, tetapi Rusia akan mencapai tujuannya dengan kekerasan jika hal itu tidak terjadi.

"Volatilitas geopolitik terus berlanjut dan harapan akan potensi gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina telah menetralkan kekhawatiran pasokan yang timbul dari sanksi baru AS terhadap produsen-produsen utama Rusia," kata Barclays dalam sebuah catatan.

Sementara itu, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya kemungkinan akan mempertahankan tingkat produksi minyak tidak berubah pada pertemuan mereka hari Minggu dan menyepakati mekanisme untuk menilai kapasitas produksi maksimum para anggota, dua delegasi dari kelompok tersebut dan seorang sumber yang akrab dengan perundingan OPEC+ mengatakan kepada Reuters.

Delapan negara OPEC+, yang telah meningkatkan produksi secara bertahap pada tahun 2025, diperkirakan akan mempertahankan kebijakan mereka untuk menghentikan kenaikan produksi pada kuartal pertama tahun 2026, kata kedua delegasi tersebut.

Harga minyak mentah juga didukung oleh meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve AS pada bulan Desember. Suku bunga yang lebih rendah biasanya merangsang pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan permintaan minyak.(alg)

Sumber: Reuters.com

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS