
Harga minyak turun tajam dan pasar yang lebih luas anjlok, dengan tanda-tanda kemajuan dalam perundingan damai antara Ukraina dan Rusia yang memperkuat ekspektasi bahwa pasokan Moskow akan tetap tersedia.
Harga minyak berjangka West Texas Intermediate turun hingga 2,6% di New York karena ekuitas melemah akibat penurunan saham-saham teknologi utama. Harga komoditas ini turun sebelumnya setelah ABC News melaporkan bahwa Kyiv menyetujui persyaratan perjanjian damai yang direvisi yang bertujuan untuk mengakhiri perang Rusia yang telah berlangsung hampir empat tahun di negara itu.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan perundingan mengenai rencana perdamaian dengan AS masih berlanjut. Masih ada beberapa poin penting yang harus diselesaikan antara AS dan Ukraina, termasuk isu-isu yang paling pelik, menurut seseorang yang mengetahui masalah ini. Posisi Rusia terkait rencana tersebut masih belum jelas. Moskow dan Ukraina melancarkan serangan udara semalam.
Berakhirnya perang akan berdampak signifikan bagi pasar minyak. Rusia adalah salah satu produsen utama dunia dan alirannya mendapat sanksi berat dari AS, Uni Eropa, dan Inggris. Pada bulan Oktober, AS mengumumkan sanksi baru terhadap dua produsen utamanya. Namun, masih jauh dari kepastian bahwa Rusia akan menerima rencana perdamaian yang direvisi yang memangkas beberapa poin dari proposal awal menyusul masukan dari para pejabat Eropa.
"Volume perdagangan diperkirakan akan turun selama beberapa hari ke depan karena AS bersiap untuk akhir pekan panjang Thanksgiving," kata Keshav Lohiya, pendiri konsultan HiLo Analytics. "Berita utama yang pesimis menjelang Thanksgiving adalah desakan untuk menyelesaikan kesepakatan damai Ukraina-Rusia."
Serangan pesawat tak berawak Ukraina terhadap kilang-kilang Rusia juga telah menghambat aliran bahan bakar olahan, yang menyebabkan harga melonjak dalam beberapa pekan terakhir.
Setiap peningkatan volume minyak Rusia hanya akan menambah kelebihan pasokan di pasar yang menurut Badan Energi Internasional akan menuju rekor surplus tahunan tahun depan. Produsen di dalam dan luar Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya telah meningkatkan produksi dalam beberapa bulan terakhir, meningkatkan pasokan lebih cepat daripada pertumbuhan permintaan. Harga minyak turun tahun ini dan diperkirakan akan mengalami penurunan bulanan keempat.(alg)
Sumber: Bloomberg.com
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...
Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...
Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...
Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...
Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...