Saturday, 28 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Harga Minyak Menguat Di Tengah Risiko Sanksi Dan Surplus Pasokan
Wednesday, 12 November 2025 04:00 WIB | OIL |Minyak WTIbrent oil

Harga minyak naik sekitar $1 pada hari Selasa(11/11), didorong oleh dampak sanksi terbaru AS terhadap minyak Rusia dan optimisme atas potensi berakhirnya penutupan pemerintah AS, meskipun kekhawatiran kelebihan pasokan membatasi kenaikan.

Harga minyak mentah Brent berjangka ditutup naik $1,10, atau 1,72%, menjadi $65,16 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 91 sen, atau 1,51%, menjadi $61,04 per barel. Investor terus mencermati dampak sanksi AS terhadap Rusia, dan dampaknya terhadap pasar minyak mentah dan bahan bakar olahan.

Lukoil Rusia (LKOH.MM), membuka tab baru, menyatakan keadaan kahar di ladang minyak Irak yang dioperasikannya, sumber mengatakan kepada Reuters pada hari Senin, menandai dampak terbesar dari sanksi yang dijatuhkan bulan lalu.

Ekspor bahan bakar yang dibatasi akibat sanksi menopang harga minyak di tengah kelebihan pasokan minyak mentah, ujar analis PVM, Tamas Varga. "Sanksi baru AS terhadap produsen dan eksportir minyak utama Rusia membebani ekspor produk," kata Varga. Akibatnya, minyak pemanas dan bensin bergerak ke arah yang berbeda dari minyak mentah.

Produsen Timur Tengah, Arab Saudi, Irak, dan Kuwait, akan meningkatkan pasokan minyak mentah ke India pada bulan Desember karena kilang-kilang minyak India mencari alternatif selain barel Rusia, ungkap sumber di empat kilang minyak India pada hari Selasa.

Pasar juga mendapat dukungan karena penutupan pemerintah terpanjang dalam sejarah AS dapat berakhir minggu ini setelah Senat menyetujui kompromi yang akan memulihkan pendanaan federal. "Optimisme seputar pembukaan kembali pemerintah meningkatkan ekspektasi permintaan," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.

Dewan Perwakilan Rakyat yang dikuasai Partai Republik dijadwalkan untuk memberikan suara atas kesepakatan tersebut pada Rabu sore. Namun, kekhawatiran tentang kelebihan pasokan minyak mentah menghambat kenaikan harga. Awal bulan ini, OPEC+ sepakat untuk meningkatkan target produksi Desember sebesar 137.000 barel per hari, tetapi juga sepakat untuk menunda peningkatan produksi pada kuartal pertama tahun depan.

"Pasar minyak juga menghadapi kelebihan pasokan yang cukup besar di tahun mendatang, sehingga harga kemungkinan akan tetap tertekan. Penyebab utama kelebihan pasokan ini adalah ekspansi pasokan yang signifikan oleh OPEC+," ujar analis Commerzbank dalam sebuah catatan.

OPEC+, yang mencakup Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu seperti Rusia, telah menambah produksi sebesar 2 juta barel per hari sejak April, dan kesediaan kelompok tersebut untuk membalikkan pemangkasan produksi sukarela lebih lanjut setelah jeda kuartal pertama dapat menambah tambahan 1 juta barel per hari di tahun mendatang, kata Commerzbank.(alg)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS