
Harga minyak naik pada hari Jumat(7/11), tetapi masih berada di jalur untuk kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah tiga hari penurunan akibat kekhawatiran kelebihan pasokan dan melambatnya permintaan AS.
Harga minyak mentah Brent naik 60 sen, atau 1%, menjadi $63,98 per barel pada pukul 09.04 GMT. Minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 61 sen, atau 1%, menjadi $60,04. Kedua harga acuan minyak tersebut diperkirakan akan mencatat penurunan mingguan lebih dari 1,5% karena produsen global terkemuka meningkatkan produksi.
"Pasar terus mempertimbangkan peningkatan surplus minyak dibandingkan kondisi makro yang beragam," kata analis SEB, Ole Hvalbye. Peningkatan persediaan AS yang tak terduga sebesar 5,2 juta barel kembali memicu kekhawatiran kelebihan pasokan minggu ini, kata analis IG Markets, Tony Sycamore.
"Hal ini diperparah oleh arus penghindaran risiko, penguatan dolar, dan penutupan pemerintah AS yang masih berlangsung, yang terus membayangi aktivitas ekonomi," tambahnya. Stok minyak mentah AS naik lebih tinggi dari perkiraan karena impor yang lebih tinggi dan berkurangnya aktivitas penyulingan, sementara persediaan bensin dan sulingan menurun, ungkap Badan Informasi Energi (EIA) pada hari Rabu.
Kekhawatiran atas dampak penutupan pemerintah terpanjang dalam sejarah AS juga menekan harga minyak. Pemerintahan Trump telah memerintahkan pengurangan penerbangan di bandara-bandara utama karena kekurangan pengontrol lalu lintas udara, sementara laporan-laporan swasta menunjukkan pasar tenaga kerja AS yang lebih lemah pada bulan Oktober.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC+, pada hari Minggu memutuskan untuk sedikit meningkatkan produksi pada bulan Desember. Namun, kelompok tersebut juga menunda peningkatan lebih lanjut untuk kuartal pertama tahun depan, karena khawatir akan kelebihan pasokan. Pasar yang tercukupi pasokannya mendorong Arab Saudi, eksportir minyak terbesar dunia, untuk mengumumkan penurunan tajam harga minyak mentahnya bagi pembeli Asia pada bulan Desember.
Sementara itu, sanksi Eropa dan AS terhadap Rusia dan Iran mengganggu pasokan ke importir terbesar dunia, Tiongkok dan India, sehingga memberikan sedikit dukungan bagi pasar global. Data bea cukai menunjukkan bahwa impor minyak mentah Tiongkok pada bulan Oktober naik 2,3% dibandingkan bulan September dan naik 8,2% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 48,36 juta ton, di tengah tingginya tingkat utilisasi di kilang-kilang minyak di negara pengimpor minyak terbesar dunia tersebut.
Perdagang komoditas Swiss, Gunvor, mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka telah menarik proposal pembelian aset asing perusahaan energi Rusia, Lukoil, setelah Departemen Keuangan AS menyebutnya sebagai "boneka" Rusia dan mengisyaratkan bahwa Washington menentang kesepakatan tersebut.
"Pembatalan pembelian aset Lukoil oleh Gunvor menunjukkan bahwa AS mempertahankan kampanye tekanan maksimumnya terhadap Rusia, dan potensi penegakan sanksi yang ketat terhadap Rosneft dan Lukoil," kata Vandana Hari dari penyedia analisis pasar minyak, Vanda Insights.(alg)
Sumber: Reuters
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...
Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...
Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...
Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...
Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...