Sunday, 01 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
OPEC+ Menahan Produksi, Namun Harga Minyak Masih Anjlok - Apa yang Terjadi?
Monday, 6 October 2025 07:11 WIB | OIL |Oil,

OPEC+ kembali bermain hati-hati. Untuk bulan kedua berturut-turut, kelompok produsen minyak terbesar dunia ini hanya menambah pasokan sebesar 137.000 barel per hari-angka yang jauh lebih rendah dari ekspektasi pasar. Meskipun Arab Saudi dan Rusia awalnya tidak sependapat, keputusan ini menunjukkan bahwa mereka masih berusaha menjaga keseimbangan antara mempertahankan harga dan merebut kembali pangsa pasar.

Namun, langkah ini datang di waktu yang kurang ideal. Pasar minyak global mengalami kelebihan pasokan, dengan cadangan minyak yang terus bertambah dan permintaan global diprediksi melambat. Menurut Badan Energi Internasional (IEA), surplus besar akan muncul pada tahun 2026, dengan pasokan melebihi permintaan jutaan barel per hari. Bahkan, harga Brent sempat anjlok ke level terendah dalam empat bulan sebelum sedikit pulih ke sekitar $65.

Sementara itu, perbedaan sikap antara Rusia dan Arab Saudi sedang dicermati. Rusia ingin mempertahankan harga tetap tinggi, sementara Arab Saudi secara agresif berupaya merebut kembali pangsa pasar yang direbut produsen seperti AS, Brasil, dan Kanada. Namun kenyataannya, hanya Arab Saudi yang memiliki kapasitas produksi cadangan yang signifikan - sebagian besar negara OPEC+ lainnya terhambat oleh infrastruktur dan sanksi.

Dengan cadangan minyak global yang terus meningkat, pasar menafsirkan sinyal ini sebagai tanda "kehati-hatian yang ekstrem" dari OPEC+. Harga minyak mungkin belum terjun bebas, tetapi trennya sedang menurun. Kecuali jika terjadi gangguan geopolitik besar atau guncangan permintaan, para analis memperkirakan harga dapat menembus di bawah $60 dalam waktu dekat. Saat artikel ini ditulis, harga Brent berada di kisaran $64,34/barel dan WTI $61/barel. (azf)

Sumber: Newsmaker.id

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS