Monday, 02 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak melemah seiring investor menunggu keputusan produksi OPEC+
Friday, 5 September 2025 08:12 WIB | OIL |Oil,

Harga minyak melemah pada perdagangan awal hari Jumat(5/9) untuk hari ketiga berturut-turut seiring investor menunggu pertemuan OPEC+ akhir pekan ini yang akan mempertimbangkan kenaikan produksi lebih lanjut.
Minyak mentah Brent berjangka turun 23 sen, atau 0,3%, menjadi $66,77 per barel pada pukul 00.12 GMT, sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 19 sen, atau 0,3%, menjadi $63,29.


Delapan anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu seperti Rusia di OPEC+ akan mempertimbangkan peningkatan produksi lebih lanjut pada bulan Oktober dalam pertemuan hari Minggu, dua sumber yang mengetahui diskusi tersebut mengatakan kepada Reuters.


Dorongan tambahan ini berarti OPEC+, yang memproduksi sekitar setengah dari minyak dunia, akan mulai mengurangi pemangkasan produksi tahap kedua sekitar 1,65 juta barel per hari, atau 1,6% dari permintaan dunia, lebih dari setahun lebih cepat dari jadwal. Sementara itu, penyimpanan minyak mentah AS mencatat peningkatan mengejutkan sebesar 2,4 juta barel pekan lalu seiring kilang-kilang memasuki musim pemeliharaan. Para analis memperkirakan penurunan sebesar 2 juta barel dalam jajak pendapat Reuters, sementara kelompok industri American Petroleum Institute (API) mengatakan stok naik sekitar 600.000 barel.


Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada para pemimpin Eropa pada hari Kamis bahwa Eropa harus berhenti membeli minyak Rusia, kata seorang pejabat Gedung Putih.
Setiap pemangkasan ekspor minyak mentah Rusia dapat mendorong harga minyak global lebih tinggi. (azf)
Sumber: Reuters

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS