
Harga minyak sedikit berubah pada hari Jumat (22/8) karena harapan akan tercapainya kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina meredup, menempatkan harga di jalur untuk kenaikan mingguan pertama dalam tiga minggu.
Minyak mentah Brent berjangka turun 17 sen, atau 0,25%, menjadi $67,50 per barel pada pukul 10.00 GMT. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka turun 13 sen, atau 0,2%, menjadi $63,39.
Kedua kontrak naik lebih dari 1% pada sesi sebelumnya. Brent telah naik 2,8% sejauh minggu ini sementara WTI naik 1%. "Semua orang menunggu langkah selanjutnya dari Presiden Trump," kata analis komoditas UBS, Giovanni Staunovo. "Dalam beberapa hari mendatang, tampaknya tidak akan terjadi apa-apa."
Perang tiga setengah tahun terus berlanjut minggu ini ketika Rusia melancarkan serangan udara di dekat perbatasan Ukraina dengan Uni Eropa pada hari Kamis, dan Ukraina mengatakan serangan tersebut menghantam kilang minyak Rusia dan stasiun pompa minyak Unecha, bagian penting dari pipa minyak Druzhba Rusia yang menuju Eropa. Hongaria mengatakan pengiriman melalui pipa tersebut telah dihentikan.
Trump sedang berupaya mengatur pertemuan puncak antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan mitranya dari Ukraina Volodymyr Zelenskiy sebagai bagian dari upaya untuk menengahi kesepakatan damai bagi Ukraina.
Namun, mengatur pertemuan semacam itu tampaknya menantang dan diskusi seputar potensi jaminan keamanan menghadapi kendala, kata analis ING dalam catatan klien pada hari Jumat. Semakin kecil kemungkinan gencatan senjata, semakin besar kemungkinan risiko sanksi AS yang lebih keras terhadap Rusia, kata mereka.
Sementara itu, para perencana AS dan Eropa telah mengajukan opsi militer kepada penasihat keamanan nasional mereka setelah pertemuan tatap muka pertama antara para pemimpin AS dan Rusia sejak Rusia menginvasi Ukraina. Putin menuntut agar Ukraina menyerahkan seluruh wilayah Donbas timur, meninggalkan ambisi NATO, dan menjauhkan pasukan Barat dari negara itu, kata sejumlah sumber kepada Reuters.
Trump berjanji akan melindungi Ukraina dalam kesepakatan apa pun yang mengakhiri perang, sementara Zelenskiy menolak gagasan untuk menarik diri dari wilayah Ukraina yang diakui secara internasional.(alg)
Sumber: Reuters
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...
Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...
Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...
Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...
Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...