
Harga minyak stabil saat pasar menimbang prospek aliran minyak mentah Rusia ke India setelah seorang pejabat pemerintahan Trump meningkatkan kritiknya terhadap perdagangan tersebut jelang kenaikan tarif yang diperkirakan.
Brent bertahan di bawah US$68 per barel, di jalur untuk kenaikan mingguan terbesar sejak awal Juli, sementara West Texas Intermediate berada di sekitar US$63. Penasihat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro kembali mengecam India karena terus membeli minyak Rusia dan mengatakan ia melihat bea impor AS atas negara itu akan berlipat ganda sesuai rencana pada 27 Agustus.
"India tampaknya tidak ingin mengakui perannya dalam pertumpahan darah," katanya. "Mereka tidak membutuhkan minyak itu. Ini adalah skema bagi hasil kilang."
Presiden Donald Trump telah mengancam akan menaikkan tarif atas impor India ke AS menjadi 50%, yang setengahnya akan dikaitkan dengan pembelian minyak mentah Rusia. Meski begitu, kilang-kilang di negara Asia Selatan tersebut kembali membeli setelah jeda singkat, sementara seorang pejabat dari Moskow memperkirakan aliran pasokan akan tetap dipertahankan.
Awal pekan ini, Navarro menyatakan bahwa lonjakan impor Rusia sejak perang di Ukraina didorong oleh "mencari untung oleh lobi Big Oil India" dan bukan kebutuhan domestik. Harga minyak masih lebih rendah sepanjang tahun karena OPEC+ meningkatkan produksi dan kebijakan perdagangan Trump memicu kekhawatiran terhadap permintaan
"Prospek fundamental pasar tetap jelas bearish, dengan penambahan persediaan yang signifikan mulai kuartal berikutnya," kata Warren Patterson, kepala strategi komoditas ING Groep NV yang berbasis di Singapura. (azf)
Sumber: Bloomberg
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...
Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...
Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...
Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...
Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...