Monday, 02 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak Melemah di Tengah Harapan Pelonggaran Sanksi Rusia
Tuesday, 19 August 2025 16:20 WIB | OIL |brent oilOil,

Harga minyak dunia melemah pada Selasa (19/8) setelah investor menimbang kemungkinan pertemuan antara Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat yang berpotensi mengarah pada penghapusan sanksi terhadap minyak Rusia. Hal ini memunculkan ekspektasi tambahan pasokan ke pasar. Kontrak berjangka Brent turun 0,72% ke $65,80 per barel, sementara WTI September turun 0,63% ke $61,93 per barel. Kontrak WTI Oktober yang lebih aktif juga melemah 0,73% menjadi $62,24 per barel.

Pelemahan harga terjadi setelah sebelumnya minyak sempat ditutup naik sekitar 1% di sesi perdagangan sebelumnya. Pasar merespons kabar dari Gedung Putih, di mana Presiden AS Donald Trump bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy bersama sekutu Eropa, serta melakukan pembicaraan langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Trump bahkan menyebut sedang diatur pertemuan langsung antara Putin dan Zelenskiy yang bisa berkembang menjadi pertemuan trilateral.

Menurut analis DBS Bank, Suvro Sarkar, harga minyak saat ini lebih banyak dipengaruhi perkembangan pertemuan antara Trump, Putin, dan Zelenskiy. Meski kesepakatan damai belum tercapai, tensi geopolitik sedikit mereda. Trump juga dilaporkan melunak soal sanksi sekunder yang menarget importir minyak Rusia, sehingga risiko gangguan suplai global berkurang.

Namun, analis tetap mengingatkan bahwa arah harga minyak masih bergantung pada hasil nyata dari negosiasi tersebut. Bart Melek dari TD Securities menilai, jika sanksi benar-benar dilonggarkan dan ketegangan mereda, harga minyak bisa terus turun mendekati target rata-rata $58 per barel pada kuartal IV 2025 hingga kuartal I 2026.

Sumber: Newsmaker.id

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS