
Harga minyak stabil pada hari Senin(11/8), setelah turun lebih dari 4% pekan lalu, seiring investor menantikan pembicaraan antara AS dan Rusia yang dijadwalkan minggu ini terkait perang di Ukraina.
Futures minyak mentah Brent naik 5 sen menjadi $66,64 per barel pada pukul 10:03 GMT, sementara futures minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 1 sen menjadi $63,87 per barel.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Jumat bahwa dia akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada 15 Agustus di Alaska untuk merundingkan akhir perang di Ukraina.
Pembicaraan ini terjadi setelah tekanan AS yang meningkat terhadap Rusia, meningkatkan kemungkinan sanksi terhadap Moskow diperketat jika kesepakatan damai tidak tercapai.
Trump menetapkan batas waktu Jumat lalu bagi Rusia, yang menginvasi Ukraina pada Februari 2022, untuk menyetujui perdamaian atau pembeli minyaknya akan menghadapi sanksi sekunder. Pada saat yang sama, Washington mendesak India untuk mengurangi pembelian minyak Rusia.
Harga minyak turun beberapa hari terakhir karena pelaku pasar mengurangi perkiraan gangguan pasokan, kemungkinan karena AS hanya memberlakukan tarif tambahan pada India dan bukan pada semua pembeli minyak Rusia, kata analis UBS Giovanni Staunovo.
UBS menurunkan proyeksi harga minyak Brent akhir tahun menjadi $62 per barel dari $68, dengan alasan pasokan dari Amerika Selatan meningkat dan produksi dari negara-negara yang dikenai sanksi tetap kuat.
Bank tersebut menambahkan bahwa permintaan India baru-baru ini lebih rendah dari perkiraannya, dan mereka memperkirakan OPEC+ akan menghentikan kenaikan produksi kecuali terjadi gangguan pasokan tak terduga yang besar.
Konsorsium yang dipimpin ExxonMobil memulai produksi minyak empat bulan lebih cepat dari perkiraan di kapal produksi, penyimpanan, dan bongkar muat terapung keempat di Guyana, kata Exxon pada Jumat.
Konsultan Energy Aspects memperkirakan para penyuling minyak India sudah membeli total 5 juta barel WTI untuk pengiriman Agustus. (azf)
Sumber: Investing.com
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...
Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...
Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...
Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...
Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...