Tuesday, 03 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak Melemah Usai OPEC+ Naikkan Produksi
Tuesday, 5 August 2025 19:53 WIB | OIL |Oil,

Harga minyak kembali melemah pada hari Selasa(5/8), melanjutkan tren penurunan baru-baru ini karena para pedagang khawatir terhadap peningkatan produksi dan penurunan permintaan di tengah tekanan ekonomi global yang meningkat.

Pada pukul 08:05 ET (12:05 GMT), kontrak berjangka minyak Brent untuk pengiriman September turun 0,8% menjadi $68,21 per barel, sedangkan kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 1% menjadi $65,65 per barel.

Kedua kontrak tersebut telah turun lebih dari 1% pada hari Senin, ditutup di level terendah dalam satu minggu.

Minyak Tertekan oleh Kekhawatiran Oversupply dan Permintaan

Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya (OPEC+) pada akhir pekan lalu sepakat untuk meningkatkan produksi sebesar 547.000 barel per hari untuk bulan kedua berturut-turut

Langkah ini menjadi bagian dari rangkaian kenaikan produksi oleh kartel tersebut sepanjang tahun ini, sebagai upaya untuk:

Mengembalikan produksi yang sempat dipangkas selama tiga tahun terakhir

Merebut kembali pangsa pasar minyak global yang lebih besar

Namun, peningkatan pasokan ini datang di tengah kekhawatiran permintaan yang menurun karena pertumbuhan ekonomi global yang melambat

Data ketenagakerjaan nonfarm payrolls AS yang lemah menjadi perhatian besar bagi pasar minyak, karena dianggap sebagai sinyal perlambatan permintaan energi di negara konsumen bahan bakar terbesar dunia. Data tersebut menambah ketidakpastian terhadap ekonomi AS, terutama dengan kekhawatiran dampak tarif perdagangan dari Presiden Donald Trump.

Data indeks manajer pembelian (PMI) yang suram dari Tiongkok importir minyak terbesar dunia juga menekan harga minyak minggu lalu, karena menunjukkan kontraksi aktivitas manufaktur yang lebih besar dari perkiraan.

Sanksi Pembeli Minyak Rusia Jadi Fokus Pasar

Meski demikian, harga minyak sempat mencatat kenaikan minggu lalu setelah Trump mengancam akan menjatuhkan sanksi lebih berat terhadap minyak Rusia sebagai upaya untuk memaksa Moskow mengakhiri perang berkepanjangan dengan Ukraina.

Trump baru-baru ini mengancam akan mengenakan tarif terhadap pembeli terbesar minyak Rusia Tiongkok dan India.

Minggu lalu, Trump menjatuhkan tarif 25% terhadap India, dan memperingatkan sanksi yang lebih berat jika negara tersebut tidak segera menghentikan pembelian minyak dari Rusia. Trump mengulangi ancaman ini pada hari Senin.

"Ini menempatkan sekitar 1,7 juta barel per hari (bph) pasokan dalam risiko jika penyuling India berhenti membeli minyak Rusia," tulis analis di ING dalam sebuah catatan.

"Jika tidak ada pembeli lain yang bersedia menerima minyak ini, maka kelebihan pasokan yang diperkirakan hingga kuartal keempat dan tahun 2026 bisa hilang. Ini juga dapat memberikan peluang bagi OPEC+ untuk mulai membatalkan putaran pemotongan produksi berikutnya sebesar 1,66 juta bph."

"Masih belum banyak yang dibahas mengenai aliran minyak Rusia ke Tiongkok. Jika AS berhasil menargetkan aliran ini juga, pasar akan menjadi jauh lebih ketat dan OPEC+ mungkin perlu mengandalkan kapasitas cadangan produksinya secara lebih dalam." (azf)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS