Tuesday, 03 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak Tertahan, Pasar Cermati Ultimatum Trump ke Rusia
Wednesday, 30 July 2025 13:37 WIB | OIL |Oil,

Harga minyak sedikit melemah di perdagangan Asia pada hari Rabu(30/7) setelah melonjak lebih dari 3% pada sesi sebelumnya, karena investor menunggu perkembangan dari tenggat waktu yang lebih ketat yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump bagi Rusia untuk mengakhiri perang di Ukraina.

Minyak mentah Brent berjangka yang paling aktif naik 8 sen, atau 0,12%, menjadi $71,81 per barel pada pukul 04.19 GMT, sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 8 sen, atau 0,12%, menjadi $69,29 per barel.

Kontrak minyak mentah Brent untuk bulan September yang berakhir pada hari Rabu naik 18 sen menjadi $72,69 per barel. Kedua kontrak tersebut telah mencapai harga tertinggi sejak 20 Juni pada hari Selasa.

Pada hari Selasa, Trump mengatakan akan mulai memberlakukan langkah-langkah terhadap Rusia, seperti tarif sekunder sebesar 100% terhadap mitra dagang, jika Rusia tidak mencapai kemajuan dalam mengakhiri perang dalam 10 hingga 12 hari, naik dari batas waktu 50 hari sebelumnya.

"Premi risiko pasokan sebesar $4 hingga $5 per barel yang disuntikkan dalam beberapa hari terakhir diperkirakan akan bertahan, kecuali Putin mengambil langkah damai," kata Vandana Hari, pendiri penyedia analisis pasar minyak Vanda (NASDAQ:VNDA) Insights.

Amerika Serikat telah memperingatkan Tiongkok, pembeli minyak Rusia terbesar, bahwa negara itu dapat menghadapi tarif yang sangat besar jika terus membeli, Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan dalam konferensi pers di Stockholm, tempat AS mengadakan perundingan perdagangan dengan Uni Eropa. Analis JP Morgan mengatakan dalam sebuah catatan bahwa meskipun Tiongkok kemungkinan besar tidak akan mematuhi sanksi AS, India telah mengisyaratkan akan melakukannya, yang membahayakan 2,3 juta barel per hari ekspor minyak Rusia.

Amerika Serikat dan Uni Eropa menghindari perang dagang dengan kesepakatan tarif AS sebesar 15% untuk impor Eropa, meredakan kekhawatiran tentang dampak ketegangan perdagangan terhadap pertumbuhan ekonomi dan menawarkan dukungan terhadap harga minyak.

Di Venezuela, mitra asing perusahaan minyak negara PDVSA masih menunggu izin AS untuk beroperasi di negara yang terkena sanksi setelah perundingan pekan lalu, yang dapat mengembalikan sebagian pasokan ke pasar, sehingga mengurangi tekanan kenaikan harga.

"Pasar minyak terus memantau kesepakatan dan perundingan perdagangan AS serta The Fed, tetapi pengaruhnya terhadap sentimen sangat kecil," tambah Hari.

Meskipun Presiden Donald Trump keberatan, Federal Reserve AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap pada pertemuan kebijakannya Rabu malam. Pada hari Selasa, Dana Moneter Internasional (IMF) sedikit menaikkan proyeksi pertumbuhan global untuk tahun 2025 dan 2026, tetapi memperingatkan bahwa ekonomi dunia menghadapi risiko-risiko besar, seperti kenaikan tarif, ketegangan geopolitik, dan defisit fiskal yang lebih besar. (azf)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS