
Harga minyak naik pada hari Senin ke level tertinggi dalam tiga minggu, karena investor mengantisipasi sanksi AS lebih lanjut terhadap Rusia yang dapat memengaruhi pasokan global, sementara peningkatan impor minyak oleh Tiongkok juga memberikan dukungan seiring dengan tanda-tanda pasokan yang lebih ketat.
Harga minyak mentah Brent naik 89 sen, atau 1,3%, menjadi $71,25 per barel pada pukul 11.14 GMT, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 93 sen, atau 1,4%, menjadi $69,38.
Peningkatan impor minyak mentah oleh Tiongkok dan ekspektasi seputar pengumuman Presiden AS Donald Trump tentang Rusia mendukung harga, kata analis UBS Giovanni Staunovo. "...Masih ada persepsi ketatnya pasar, dengan sebagian besar persediaan menumpuk di Tiongkok dan di kapal, dan bukan di lokasi-lokasi penting," ujarnya.
Ekspor produk minyak Rusia melalui laut pada bulan Juni turun 3,4% dari Mei menjadi 8,98 juta metrik ton, menurut data dari sumber industri dan perhitungan Reuters. Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa ia akan mengirim rudal pertahanan udara Patriot ke Ukraina. Ia dijadwalkan untuk membuat "pernyataan besar" tentang Rusia pada hari Senin, setelah mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin karena kurangnya kemajuan dalam mengakhiri perang di Ukraina.
Rancangan undang-undang bipartisan AS yang akan menjatuhkan sanksi kepada Rusia mendapatkan momentum minggu lalu di Kongres. Sementara itu, para utusan Uni Eropa hampir menyetujui paket sanksi ke-18 terhadap Rusia yang akan mencakup penurunan batas harga minyak.
Impor minyak Tiongkok pada bulan Juni meningkat 7,4% secara tahunan menjadi 12,14 juta barel per hari, tertinggi sejak Agustus 2023, menurut data bea cukai yang dirilis pada hari Senin. Pekan lalu, Brent naik 3%, sementara WTI mencatat kenaikan mingguan sekitar 2,2%, setelah Badan Energi Internasional (IEA) menyatakan bahwa pasar minyak global mungkin lebih ketat daripada yang terlihat. Investor juga mencermati hasil perundingan tarif AS dengan mitra dagang utama.(alg)
Sumber: Reuters
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...
Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...
Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...
Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...
Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...