Wednesday, 04 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Harga Minyak Goyah! Investor Tunggu Arah Produksi OPEC+
Tuesday, 1 July 2025 10:30 WIB | OIL |Minyak WTIbrent oilOil,Crude Oil

Harga minyak turun selama dua hari mendekati level terendah sejak awal Juni, dengan fokus beralih ke seberapa banyak OPEC+ akan meningkatkan kuota produksi akhir pekan ini.

Harga minyak mentah Brent diperdagangkan di bawah $67 per barel, sementara West Texas Intermediate mendekati $65. Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya diperkirakan akan menyetujui peningkatan pasokan utama bulanan keempat pada pertemuan hari Minggu, menurut survei Bloomberg, karena pemimpin Arab Saudi melanjutkan upayanya untuk merebut kembali pangsa pasar.

Peningkatan kuota 411.000 barel per hari seperti akhir pekan ini dan mungkin akan ada peningkatan lagi bulan depan, kata Robert Rennie, kepala penelitian komoditas dan karbon di Westpac Banking Corp. "Saat kita memasuki kuartal ketiga dan seterusnya, kami melihat peningkatan risiko penurunan" dan harga minyak dapat menguji $60 per barel, katanya.

Minyak turun hampir 10% pada kuartal terakhir dalam tiga bulan yang bergejolak yang menyebabkan harga anjlok tajam pada bulan April menyusul pengumuman tarif Presiden Donald Trump, melonjak pada bulan Juni setelah Israel menyerang Iran sebelum menghapus kenaikan karena permusuhan mereda. Fokus sekarang kembali ke fundamental penawaran dan permintaan, dengan potensi kesepakatan perdagangan dan peningkatan produksi OPEC+ sebagai pendorong jangka pendek terbesar.

Tarif impor yang lebih tinggi akan dimulai kembali pada tanggal 9 Juli untuk puluhan mitra dagang utama AS. Sementara negosiasi sedang berlangsung dalam upaya untuk menyelesaikan kesepakatan setelah liburan 4 Juli, ada tanda-tanda perselisihan dengan negara-negara termasuk Jepang. Trump telah mengancam pungutan baru pada negara Asia tersebut, dengan alasan keengganannya yang jelas untuk menerima impor beras AS.

Brent untuk pengiriman September turun 0,5% menjadi $66,42 per barel pada pukul 10:25 pagi di Singapura.

WTI untuk pengiriman Agustus turun 0,5% menjadi $64,76 per barel. (mrv)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS