
Harga minyak diperdagangkan secara stabil pada hari Senin (30/6) karena risiko Timur Tengah mereda sementara para pedagang mempertimbangkan kemungkinan peningkatan produksi OPEC+ pada bulan Agustus.
Pada pukul 08:25 ET (12:25 GMT), minyak mentah berjangka Brent untuk bulan Agustus turun 0,1% menjadi $66,72 per barel, dan minyak mentah berjangka West Texas Intermediate turun 0,2% menjadi $65,35 per barel.
Kedua minyak acuan tersebut membukukan penurunan mingguan terbesar sejak Maret 2023 minggu lalu, tetapi diperkirakan akan berakhir lebih tinggi pada bulan Juni dengan kenaikan bulanan kedua berturut-turut lebih dari 5%, setelah reli kuat akibat perang Israel-Iran.
Minyak mentah mengalami penurunan tajam selama seminggu terakhir karena gencatan senjata Israel-Iran tampaknya bertahan, mengurangi prospek gangguan pasokan di Timur Tengah. Konflik 12 hari tersebut awalnya membuat harga minyak melonjak mendekati harga tertinggi tahunan, terutama setelah Israel dan kemudian AS menyerang fasilitas nuklir Iran.
Namun gencatan senjata yang ditengahi AS kini sebagian besar telah berlangsung selama seminggu, sehingga mengurangi kekhawatiran bahwa konflik berkepanjangan di Timur Tengah akan mengganggu pasokan minyak dari kawasan tersebut, khususnya pemblokiran Selat Hormuz, rute pengiriman minyak utama.
Harga minyak juga tertekan oleh kekhawatiran atas peningkatan produksi lebih lanjut oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+). Kartel tersebut akan bertemu pada 6 Juli.
Reuters melaporkan bahwa kelompok tersebut akan memutuskan untuk meningkatkan produksi sebesar 411.000 barel per hari pada bulan Agustus, margin yang sama dengan kenaikan yang terlihat pada bulan Mei, Juni, dan Juli.(mrv)
Sumber : Investing.com
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...
Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...
Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...
Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...
Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...