Wednesday, 04 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak Naik Saat Kekhawatiran Pasokan, Investor Menunggu Keputusan Produksi OPEC+
Thursday, 29 May 2025 03:25 WIB | OIL |Minyak WTIbrent oil

Harga minyak naik lebih dari 1% pada hari Rabu (28/5) karena kekhawatiran pasokan karena OPEC+ setuju untuk tidak mengubah kebijakan produksi mereka dan karena AS melarang Chevron (CVX.N), membuka peluang baru untuk mengekspor minyak mentah Venezuela.

Investor sebelumnya mengantisipasi anggota OPEC+ akan menyetujui peningkatan produksi akhir minggu ini.

Minyak mentah Brent berjangka ditutup naik 81 sen, atau 1,26%, menjadi $64,90 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 95 sen, atau 1,56%, menjadi $61,84 per barel.

OPEC+, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, tidak mengubah kebijakan produksi. Mereka setuju untuk menetapkan mekanisme untuk menetapkan garis dasar produksi minyaknya tahun 2027. Sebagian besar negara penghasil minyak dalam pertemuan tersebut tidak memiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan produksi mereka, kata Bob Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho. "Mereka berharap untuk memperlambat laju peningkatan produksi dan menghentikan penurunan harga. Namun, hasilnya tidak seperti itu," tambahnya.

Pertemuan terpisah pada hari Sabtu dari delapan negara OPEC+ diharapkan untuk memutuskan peningkatan produksi minyak untuk bulan Juli.

Analis Goldman Sachs melihat kelompok yang terdiri dari delapan negara tersebut mempertahankan produksi tetap stabil setelah kenaikan pada bulan Juli.

"Namun, kami melihat risiko terhadap jalur pasokan OPEC8+ kami condong ke atas, terutama jika kepatuhan tidak membaik atau jika data permintaan yang kuat mengejutkan lebih jauh ke atas," mereka menambahkan.

Permintaan yang akan datang untuk musim mengemudi musim panas signifikan, dan dengan produksi minyak mentah non-OPEC+ yang datar pada paruh pertama tahun ini, ditambah dengan risiko kebakaran hutan Kanada yang merugikan pasokan, permintaan minyak mentah lebih kuat dari OPEC+, kata Janiv Shah, wakil presiden analisis pasar komoditas minyak di Rystad Energy.

Pada hari Rabu, Chevron (CVX.N), membuka tab baru, mengakhiri kontrak produksi minyak, layanan, dan pengadaan yang harus dioperasikannya di Venezuela, tetapi berencana untuk mempertahankan staf langsungnya di negara tersebut, kata sumber. Kedua tolok ukur tersebut naik pada sesi sebelumnya karena kekhawatiran akan pasokan yang lebih ketat setelah AS melarang Chevron mengekspor minyak mentah dari Venezuela berdasarkan otorisasi baru atas asetnya di sana.(alg)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS