Wednesday, 04 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Harga Minyak Turun Akibat Ketidakpastian Geopolitik Sinyal Permintaan China Yang Lemah
Tuesday, 20 May 2025 23:21 WIB | OIL |Minyak WTIbrent oil

Harga minyak turun pada hari Selasa (20/5) karena ketidakpastian dalam negosiasi AS-Iran dan pembicaraan damai Rusia-Ukraina, sementara data pemerintah baru memberikan prospek yang hati-hati bagi ekonomi China, importir minyak mentah utama.

Harga minyak berjangka Brent turun 42 sen, atau 0,6%, menjadi $65,12 per barel pada pukul 11:02 EDT (1502 GMT), sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 26 sen, atau 0,4%, menjadi $62,43.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan tuntutan AS agar Teheran menghentikan pengayaan uranium adalah "berlebihan dan keterlaluan," menyuarakan keraguan apakah pembicaraan tentang kesepakatan nuklir baru akan berhasil.

Iran adalah produsen minyak mentah terbesar ketiga dalam kelompok Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada tahun 2024 di belakang Arab Saudi dan Irak, menurut data energi federal AS.

Kesepakatan antara Iran dan AS akan memungkinkan Iran untuk meningkatkan ekspor minyak sebesar 300.000 hingga 400.000 barel per hari jika sanksi dilonggarkan, kata analis StoneX Alex Hodes.

Uni Eropa dan Inggris mengumumkan sanksi baru terhadap Rusia tanpa menunggu AS untuk bergabung dengan mereka, sehari setelah Presiden AS Donald Trump berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin tanpa memperoleh janji untuk gencatan senjata di Ukraina.

Ukraina menginginkan negara-negara ekonomi maju Kelompok Tujuh (G7) untuk mengurangi batasan harga mereka pada minyak laut Rusia menjadi $30 per barel. Batasan G7 saat ini, yang diberlakukan atas perang Rusia di Ukraina, adalah $60.

"Namun, penyelesaian langsung perang Rusia/Ukraina tampaknya tidak mungkin. Jadi, meskipun hal itu dapat menyebabkan lebih banyak minyak dari Rusia masuk ke pasar, hal itu akan terjadi pada waktunya dan tidak pasti karena Rusia masih terikat oleh kewajibannya terhadap OPEC+," kata Bjarne Schieldrop, kepala analis komoditas di SEB, sebuah bank Nordik.

Kesepakatan untuk mengakhiri perang antara Rusia dan Ukraina dapat memungkinkan Moskow mengekspor lebih banyak minyak ke seluruh dunia. Rusia adalah anggota kelompok negara OPEC+, yang mencakup OPEC dan produsen lainnya.

Rusia adalah produsen minyak mentah terbesar kedua di dunia setelah AS pada tahun 2024, menurut data energi federal AS.(alg)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS