Tuesday, 03 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak stabil di tengah ketidakpastian ekonomi, kekhawatiran pasokan OPEC+
Monday, 28 April 2025 19:27 WIB | OIL |Oil,

Harga minyak stabil pada hari Senin(28/4) karena investor mempertimbangkan ketidakpastian atas pembicaraan perdagangan antara AS dan Tiongkok, yang mengaburkan prospek pertumbuhan global dan permintaan bahan bakar, serta prospek peningkatan pasokan OPEC+.

Harga minyak mentah Brent turun 15 sen, atau 0,22%, menjadi $66,72 per barel, pada pukul 12.04 GMT. Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 16 sen, atau 0,25%, menjadi $62,86 per barel.

Harga minyak mentah Brent naik tipis dalam dua sesi sebelumnya, tetapi tetap saja mengalami penurunan minggu ke minggu sebesar lebih dari 1% pada hari Jumat karena kekhawatiran tentang dampak tarif pada ekonomi global. Perang dagang AS-Tiongkok mendominasi sentimen investor dalam menggerakkan harga minyak, kata analis John Evans dari pialang PVM, menggantikan perundingan nuklir antara AS dan Iran dan perselisihan dalam koalisi OPEC+.

Pasar telah diguncang oleh sinyal yang saling bertentangan dari Presiden AS Donald Trump dan Beijing mengenai kemajuan apa yang sedang dibuat untuk meredakan perang dagang yang mengancam akan melemahkan pertumbuhan global.

Dalam komentar terbaru dari Washington, Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada hari Minggu tidak mendukung pernyataan Trump bahwa negosiasi dengan Tiongkok sedang berlangsung. Sebelumnya, Beijing membantah adanya pembicaraan yang sedang berlangsung. Beberapa anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, diperkirakan akan menyarankan agar kelompok tersebut mempercepat kenaikan produksi minyak untuk bulan kedua berturut-turut saat mereka bertemu pada tanggal 5 Mei.

"Sentimen telah berubah lebih pesimis sejak perkiraan kami bulan lalu dengan pelonggaran OPEC+ yang lebih agresif “ dan keraguan yang menyertainya tentang persatuan dalam kartel “ perubahan utama," kata analis BNP Paribas (OTC:BNPQY) Aldo Spanjer dalam sebuah catatan. (Newsmaker23)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS