Tuesday, 03 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Harga Minyak Naik Hampir 2% Karena Sanksi Baru Iran, Ekuitas Menguat
Wednesday, 23 April 2025 03:09 WIB | OIL |Minyak WTIbrent oil

Harga minyak naik lebih dari $1 per barel pada hari Selasa (22/4) karena sanksi baru AS terhadap Iran dan pasar ekuitas yang meningkat membantu memicu pemulihan reli dari aksi jual tajam sesi sebelumnya.

Harga minyak mentah Brent naik $1,18, atau 1,8%, menjadi $67,44 per barel. Kontrak minyak mentah West Texas Intermediate AS untuk Mei, yang berakhir pada penyelesaian hari Selasa, naik $1,23, atau 2%, menjadi $64,32.

Kontrak WTI Juni yang lebih aktif diperdagangkan juga naik 2% menjadi $63,47.

AS pada hari Selasa mengeluarkan sanksi baru yang menargetkan raja gas minyak cair dan pengiriman minyak mentah Iran dan jaringan perusahaannya. Meskipun pembicaraan antara Washington dan Teheran mengenai program nuklir Iran mengalami kemajuan selama akhir pekan, kegagalan mencapai kesepakatan dapat sangat membebani ekspor minyak Iran di tengah pengetatan sanksi AS, kata John Kilduff, mitra di Again Capital yang berbasis di New York.

"Entah kesepakatan nuklir disetujui atau AS mencoba mendorong aliran minyak Iran ke nol, dan itu semakin tampak seperti skenario aliran nol," kata Kilduff.

Lonjakan di pasar ekuitas, yang menunjukkan selera risiko yang lebih tinggi dari investor, juga membantu harga minyak, kata analis Mizuho Robert Yawger.

Saham AS naik pada hari Selasa karena investor fokus pada laba perusahaan, sehari setelah kritik Presiden Donald Trump yang meningkat terhadap Ketua Federal Reserve Jerome Powell menyebabkan aksi jual tajam.

Harga acuan Brent dan WTI turun lebih dari 2% pada hari Senin karena kemajuan dalam pembicaraan AS-Iran dan aksi jual ekuitas. Meskipun terjadi pemulihan pada hari Senin, investor tetap khawatir bahwa tarif AS dapat memangkas aktivitas ekonomi global, yang akan membebani harga minyak di masa mendatang.

Dana Moneter Internasional pada hari Selasa memangkas prospek ekonominya untuk tahun ini, dengan alasan tarif AS pada level tertinggi dalam 100 tahun dan meningkatnya ketegangan perdagangan antara Washington dan Beijing.

"(Tarif AS) berisiko memperlambat perdagangan global, mengganggu rantai pasokan, dan meningkatkan biaya di seluruh industri utama yang mengonsumsi energi - yang semuanya dapat secara signifikan mengurangi permintaan minyak," kata Marcus McGregor, kepala penelitian komoditas untuk perusahaan manajemen aset Conning.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada hari Selasa mengatakan kepada investor bahwa ia yakin ketegangan perdagangan antara AS dan China akan mereda, tetapi pembicaraan dengan Beijing belum dimulai dan akan menjadi "proses yang sulit".

Sementara itu, kementerian ekonomi Rusia memangkas perkiraannya untuk harga rata-rata minyak mentah Brent pada tahun 2025 hampir 17% dari proyeksinya pada bulan September, menurut dokumen yang dilihat oleh Reuters. Persediaan minyak mentah AS diperkirakan turun minggu lalu, menurut jajak pendapat Reuters pada hari Selasa.(Newsmaker23)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS