Tuesday, 03 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak turun untuk minggu kedua akibat perang dagang AS-Tiongkok
Friday, 11 April 2025 20:49 WIB | OIL |Oil,

Harga minyak menuju penurunan mingguan kedua berturut-turut pada hari Jumat(11/4) dengan latar belakang kekhawatiran investor atas resesi yang dipicu oleh perang dagang yang sedang berkembang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Harga minyak mentah Brent turun 25 sen pada hari itu, atau 0,39%, pada $63,08 per barel pada pukul 13.12 GMT sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 30 sen, atau 0,50%, menjadi $59,77.

Brent dan WTI siap mencatat penurunan mingguan masing-masing sebesar 3,8% dan 3,5%, setelah keduanya kehilangan sekitar 11% minggu lalu. Brent turun di bawah $60 per barel pada satu titik minggu ini untuk level terendah sejak Februari 2021.

"Pembalasan Tiongkok, dengan tarif AS yang lebih tinggi, telah membebani sentimen pasar dan menyeret harga minyak lebih rendah," kata analis UBS Giovanni Staunovo. China mengumumkan pada hari Jumat bahwa mereka akan mengenakan tarif sebesar 125% pada barang-barang AS mulai hari Sabtu, naik dari yang diumumkan sebelumnya sebesar 84%, setelah Presiden AS Donald Trump menaikkan tarif terhadap China menjadi 145% pada hari Kamis.

Trump minggu ini menghentikan tarif yang besar terhadap puluhan mitra dagang lainnya, tetapi pertikaian yang berkepanjangan antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut kemungkinan akan mengurangi volume perdagangan global dan mengganggu rute perdagangan, membebani pertumbuhan ekonomi global dan mengurangi permintaan minyak.

"Meskipun penerapan beberapa tarif, tidak termasuk yang dikenakan pada China, ditunda selama 90 hari, kerusakan pasar telah terjadi, menyebabkan harga berjuang untuk mendapatkan kembali stabilitas," kata Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank.

Sementara itu, analis BMI "mengharapkan harga akan tetap tertekan karena investor menilai negosiasi perdagangan yang sedang berlangsung dan meningkatnya ketegangan antara Washington dan Beijing". (Newsmaker23)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS