
Harga minyak turun hampir 2% pada hari Jumat(4/4), dan berada di jalur menuju minggu terburuk dalam beberapa bulan akibat tarif baru Presiden AS Donald Trump, yang memicu kekhawatiran bahwa perang dagang global dapat merugikan permintaan minyak.
Harga minyak berjangka Brent turun $1,28 menjadi $68,86 per barel pada pukul 07.03 GMT, sementara harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS turun $1,29 menjadi $65,66. Brent berada di jalur untuk kerugian mingguan terbesarnya dalam persentase sejak minggu yang berakhir pada tanggal 14 Oktober, dan WTI sejak minggu yang berakhir pada tanggal 21 Januari.
Sementara pengumuman tarif yang sangat dinanti-nantikan oleh Trump pada hari Rabu menurunkan harga minyak mentah, dampaknya lebih parah di tempat lain. Investor bergegas mencari tempat yang aman untuk obligasi, yen Jepang, dan emas, karena berita tersebut mengirimkan gelombang kejutan melalui pasar keuangan global. Indeks dolar, yang mengukur mata uang AS terhadap enam unit lainnya, turun ke 102,98, terendah sejak pertengahan Oktober.
"Pelemahan muncul dalam kontrak berjangka jangka panjang. Spread enam bulan dan 12 bulan telah berkontraksi tajam," kata analis di BMI dalam sebuah catatan pada hari Jumat.
"Tarif telah memukul paling keras pada ekonomi negara berkembang utama Asia yang mewakili pasar yang signifikan untuk pertumbuhan konsumsi minyak."
Menambah sentimen bearish adalah keputusan Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) untuk memajukan rencana mereka untuk peningkatan produksi minyak, dengan organisasi tersebut sekarang bertujuan untuk mengembalikan 411.000 barel per hari ke pasar pada bulan Mei, naik dari 135.000 barel per hari seperti yang direncanakan sebelumnya. (Newsmaker23)
Sumber: Investing.com
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...
Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...
Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...
Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...
Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...