
Harga minyak turun tipis pada hari Kamis(27/03) karena pasar mempertimbangkan dampak tarif otomotif Presiden AS Donald Trump pada saat kekhawatiran beredar tentang pasokan global karena ancaman tarif AS terhadap pembeli minyak Venezuela dan sanksi terhadap klien minyak Iran.
Harga minyak mentah Brent turun 22 sen, atau 0,3%, menjadi $73,57 per barel pada pukul 07.33 GMT. Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 23 sen, atau 0,3%, menjadi $69,42. Kedua patokan tersebut awalnya naik pada perdagangan awal Asia.
Pada hari Rabu, harga minyak naik sekitar 1% karena data pemerintah yang menunjukkan persediaan minyak mentah dan bahan bakar AS turun minggu lalu, dan karena ancaman tarif AS terhadap negara-negara yang membeli minyak mentah Venezuela. "Tren kenaikan (harga) baru-baru ini tampaknya memperhitungkan kebisingan seputar tarif bagi pembeli minyak Venezuela. Kami telah mempertahankan bahwa kebijakan Trump terhadap Iran dan Venezuela menghadirkan risiko kenaikan terbesar bagi harga minyak, jadi itu sebagian terjadi saat ini," kata pimpinan tim sektor energi DBS Bank, Suvro Sarkar.
Reliance Industries (NSE:RELI) India, operator kompleks penyulingan minyak terbesar di dunia, akan menghentikan impor minyak Venezuela setelah pengumuman tarif, kata sumber pada hari Rabu.
Namun, Sarkar mengatakan, DBS tidak melihat harga kembali ke level yang lebih tinggi yang terlihat pada awal tahun 2025 karena kekhawatiran permintaan yang berasal dari "ketidakpastian kebijakan AS dan perang tarif akan kembali menghantui pasar di beberapa titik lagi".
Kekhawatiran tentang kenaikan pasokan OPEC+ pada bulan Mei mungkin sedikit membebani pasar, kata beberapa analis. (Newsmaker23)
Sumber: Investing.com
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...
Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...
Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...
Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...
Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...