Monday, 02 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Harga minyak naik untuk minggu kedua berturut-turut karena pasokan yang diperkirakan lebih ketat
Saturday, 22 March 2025 03:25 WIB | OIL |brent oil

Harga minyak naik pada hari Jumat dan mencatat kenaikan mingguan kedua berturut-turut karena sanksi baru AS terhadap Iran dan rencana produksi terbaru dari kelompok produsen OPEC+ meningkatkan ekspektasi pasokan yang lebih ketat.

Minyak mentah Brent naik 16 sen, atau 0,2%, menjadi $72,16 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 21 sen, atau 0,3%, menjadi $68,28.

Pada basis mingguan, Brent naik 2,1% dan WTI sekitar 1,6%, kenaikan terbesar mereka sejak minggu pertama tahun ini.

Pada hari Kamis, Departemen Keuangan AS mengumumkan sanksi baru terkait Iran, yang untuk pertama kalinya menargetkan kilang minyak independen Tiongkok di antara entitas dan kapal lain yang terlibat dalam memasok minyak mentah Iran ke Tiongkok.

Hal itu mungkin mengirimkan pesan ke pasar bahwa perusahaan-perusahaan Tiongkok, pembeli minyak Iran terbesar, tidak kebal terhadap tekanan sanksi dari AS, kata Scott Shelton, analis energi di TP ICAP (LON:NXGN).

Itu adalah putaran keempat sanksi Washington terhadap Teheran sejak Presiden Donald Trump pada bulan Februari menjanjikan "tekanan maksimum" dan berjanji untuk menekan ekspor minyak Iran hingga nol.

Rezim sanksi AS yang semakin ketat mungkin akan membuat beberapa pelaku pasar yang terlibat dalam pengiriman minyak mentah Iran lebih berhati-hati ke depannya, kata analis UBS Giovanni Staunovo.

Analis di ANZ Bank mengatakan mereka memperkirakan pengurangan 1 juta barel per hari (bpd) dalam ekspor minyak mentah Iran karena sanksi yang lebih ketat. Layanan pelacakan kapal Kpler memperkirakan ekspor minyak mentah Iran di atas 1,8 juta bpd pada bulan Februari.

Harga minyak juga didukung oleh rencana OPEC+ baru bagi tujuh anggota untuk memangkas produksi lebih lanjut guna mengimbangi produksi yang melebihi tingkat yang disepakati. Rencana tersebut akan mewakili pemotongan bulanan antara 189.000 barel per hari dan 435.000 barel per hari hingga Juni 2026.
Rencana tersebut kemungkinan akan membatasi kenaikan produksi OPEC+ selama beberapa bulan mendatang, kata Staunovo dari UBS.

OPEC+ bulan ini mengonfirmasi bahwa delapan anggotanya akan melanjutkan peningkatan bulanan sebesar 138.000 barel per hari mulai April, membalikkan sebagian dari 5,85 juta barel per hari pemotongan produksi yang disepakati dalam serangkaian langkah sejak 2022 untuk mendukung pasar.

Pelaku pasar minyak akan menginginkan lebih banyak bukti bahwa Irak, Kazakhstan, dan Rusia mematuhi pemotongan yang diumumkan pada hari Kamis untuk mendapatkan lebih banyak dukungan dari rencana tersebut, kata analis minyak StoneX Alex Hodes.

Produksi minyak Kazakhstan telah mencapai rekor tertinggi pada bulan Maret karena perluasan ladang minyak, yang selanjutnya melampaui kuota produksi OPEC+, dua sumber industri mengatakan kepada Reuters.(Cay)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS