
Harga minyak mentah berjangka WTI berada di kisaran $73,2 per barel pada hari Selasa(28/1) setelah penurunan tajam pada sesi sebelumnya, karena para pedagang tetap fokus pada serangkaian tarif yang ditetapkan Presiden Donald Trump.
Trump mengatakan bahwa ia akan mengenakan tarif pada barang-barang produksi luar negeri seperti baja, aluminium, dan tembaga dalam waktu dekat, yang meningkatkan kekhawatiran atas potensi dampak berantai pada permintaan global untuk komoditas. Selain itu, Menteri Keuangannya, Scott Bessent, dilaporkan mendukung tarif universal bertahap pada impor AS mulai dari 2,5%.
Pada hari Senin, harga minyak mentah turun 2% di tengah perdagangan risk-off yang luas yang dipimpin oleh kemerosotan saham teknologi, serta data manufaktur yang lemah dari importir minyak utama Tiongkok.
Meskipun sengketa migran antara AS dan Kolombia telah diselesaikan untuk saat ini, ancaman tarif Trump terhadap Tiongkok, Kanada, dan Meksiko, bersama dengan seruannya kepada OPEC untuk menurunkan harga dan meningkatkan produksi AS, terus membebani sentimen pasar. (azf)
Sumber: Trading Economics
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...
Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...
Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...
Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...
Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...