
Minyak menuju penurunan mingguan pertama tahun ini setelah Donald Trump mengemukakan prospek perang dagang dan mengatakan ia akan meminta Arab Saudi dan OPEC untuk menurunkan harga dalam beberapa hari pertamanya sebagai presiden AS yang baru.
Harga minyak West Texas Intermediate turun hingga $74 per barel, dan turun hampir 5% minggu ini, sementara Brent ditutup mendekati $78. Minggu pertama Trump di Gedung Putih dimulai dengan ancaman tarif terhadap Kanada, Meksiko, dan China, diikuti dengan janji bahwa ia akan meminta kelompok produsen untuk "menurunkan biaya minyak."
Itu membantu menempatkan kontrak berjangka pada jalur untuk kerugian mingguan terbesar sejak November, meskipun harga masih lebih tinggi tahun ini setelah musim dingin di Belahan Bumi Utara yang dingin mendorong permintaan pemanas dan sanksi AS terhadap Rusia menjungkirbalikkan pasar minyak mentah. Trump telah mengancam hukuman lebih banyak terhadap Moskow jika Presiden Vladimir Putin tidak "membuat kesepakatan" untuk mengakhiri perang berkepanjangan di Ukraina.
Sanksi luas AS yang diterapkan pada hari-hari terakhir pemerintahan Biden memperketat aliran minyak Rusia dan meningkatkan harga barel fisik lainnya dari Timur Tengah. Hal itu menyebabkan beberapa penyuling Asia menurunkan tingkat pemrosesan minyak mentah atau mempertimbangkan pemotongan.
Sementara itu, persediaan minyak mentah AS turun selama sembilan minggu, menurut laporan pada hari Kamis dari Badan Informasi Energi. Persediaan lebih rendah dari rata-rata musiman lima tahun untuk saat ini, dan bertentangan dengan laporan industri sebelumnya yang memperkirakan peningkatan.
Minyak mentah WTI untuk pengiriman Maret turun 0,5% menjadi $74,24 per barel pada pukul 08:42 pagi waktu Singapura. Minyak mentah Brent untuk penyelesaian Maret ditutup 0,9% lebih rendah pada $78,29 per barel pada hari Kamis. (Arl)
Sumber : Bloomberg
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...
Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...
Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...
Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...
Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...