
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) memperpanjang kerugian untuk sesi ketiga berturut-turut, diperdagangkan mendekati $77,20 per barel selama sesi Asia hari Senin (20/1). Pedagang minyak bersikap siaga menjelang pelantikan Presiden terpilih Donald Trump di kemudian hari. Pasar AS akan tetap tutup pada hari Senin untuk memperingati Hari Martin Luther King Jr.
Kekhawatiran meningkat atas usulan kebijakan Trump, termasuk potensi tarif, pemotongan pajak, dan deportasi imigran tidak berdokumen. Analis mencatat bahwa arah suku bunga Federal Reserve (Fed) AS di masa mendatang akan sangat bergantung pada seberapa luas kebijakan ini diberlakukan.
Harga minyak naik setelah Washington memberlakukan dua putaran sanksi terhadap sektor energi Rusia atas konflik Ukraina yang sedang berlangsung. Selama dua minggu terakhir, pemerintahan Biden menargetkan lebih dari 100 kapal tanker dan dua produsen minyak Rusia.
Perhatian kini beralih ke bagaimana pemerintahan Trump yang baru akan menyikapi sanksi pemerintahan Biden. Para pedagang juga mencari kejelasan tentang sikap Trump terkait tarif perdagangan dan potensi sanksi terhadap Iran dan Venezuela.
Namun, meredanya ketegangan di Timur Tengah dapat membatasi kenaikan harga minyak mentah lebih lanjut. Pada hari Minggu, Hamas dan Israel bertukar sandera dan tahanan, menandai hari pertama gencatan senjata setelah 15 bulan konflik.
Hamas membebaskan tiga sandera wanita dengan imbalan 90 warga Palestina yang dipenjara di Israel, menurut Bloomberg. Sebagai balasannya, untuk tiga sandera Israel yang dibebaskan, Hamas setuju untuk membebaskan 90 tahanan dan tahanan, yang semuanya diperkirakan adalah wanita dan anak-anak, sebagaimana dilaporkan oleh Komisi Urusan Tahanan.(AL)
Sumber: FXstreet
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...
Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...
Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...
Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...
Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...