Saturday, 28 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Harga minyak anjlok karena pertumbuhan permintaan, dolar menguat
Friday, 20 December 2024 15:29 WIB | OIL |Oil,

Harga minyak anjlok pada hari Jumat(20/12) karena kekhawatiran tentang pertumbuhan permintaan pada tahun 2025, terutama di negara pengimpor minyak mentah terbesar, Tiongkok, yang membuat patokan harga minyak global berada di jalur yang tepat untuk mengakhiri minggu ini dengan penurunan hampir 3%.

Harga minyak mentah Brent turun 33 sen, atau 0,45%, menjadi $72,55 per barel pada pukul 07.30 GMT. Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 32 sen, atau 0,46%, menjadi $69,06 per barel.

Perusahaan penyulingan minyak milik negara Tiongkok, Sinopec (OTC:SHIIY), mengatakan dalam prospek energi tahunannya yang dirilis pada hari Kamis bahwa impor minyak mentah Tiongkok dapat mencapai puncaknya paling cepat pada tahun 2025 dan konsumsi minyak negara itu akan mencapai puncaknya pada tahun 2027 karena permintaan solar dan bensin melemah.

"Harga minyak mentah acuan berada dalam fase konsolidasi yang berkepanjangan karena pasar menuju akhir tahun yang dibebani oleh ketidakpastian dalam pertumbuhan permintaan minyak," kata Emril Jamil, spesialis penelitian senior di LSEG.

Ia menambahkan bahwa OPEC+ akan membutuhkan disiplin pasokan untuk menaikkan harga dan menenangkan kegelisahan pasar atas revisi berkelanjutan atas prospek pertumbuhan permintaannya. Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang bersama-sama disebut OPEC+, baru-baru ini memangkas perkiraan pertumbuhannya untuk permintaan minyak global tahun 2024 selama lima bulan berturut-turut. (azf)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS