Saturday, 28 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Harga Minyak Turun Ditengah Laporan Gencatan Senjata Timur Tengah
Tuesday, 26 November 2024 10:36 WIB | OIL |brent oilCrude Oil

Harga minyak anjlok pada perdagangan Asia awal hari Selasa(26/11), memperpanjang kerugian dari sesi sebelumnya karena prospek gencatan senjata Israel-Lebanon membuat para pedagang memperkirakan premi risiko yang lebih kecil untuk minyak mentah.

Lonjakan dolar, setelah presiden terpilih AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif impor pada Tiongkok, Kanada, dan Meksiko, juga menekan harga minyak.

Minyak mentah Brent yang berakhir pada bulan Januari turun 0,3% menjadi $72,80 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate turun 0,3% menjadi $68,33 per barel pada pukul 20:14 ET (01:14 GMT).

Minyak tertekan oleh laporan gencatan senjata Israel-Hizbullah yang semakin dekat

Harga minyak anjlok pada hari Senin setelah beberapa laporan media mengatakan Israel dan kelompok militan Lebanon, Hizbullah, hampir mencapai kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi AS.

Presiden AS Joe Biden dan Presiden Prancis Emmanuel Macron akan mengumumkan gencatan senjata "segera," Reuters melaporkan.

Gencatan senjata antara keduanya menandai de-eskalasi besar dalam konflik Timur Tengah yang telah berlangsung lama, dan mengurangi risiko gangguan pasokan minyak yang berasal dari konflik tersebut.

Laporan juga menunjukkan bahwa Biden mendorong gencatan senjata di Gaza. Namun, laporan gencatan senjata dirusak oleh Israel dan Hizbullah yang melancarkan serangan terhadap satu sama lain selama akhir pekan.

Premi risiko minyak juga masih berlaku menyusul meningkatnya ketegangan Rusia-Ukraina selama seminggu terakhir, setelah Moskow mengancam pembalasan nuklir atas penggunaan rudal jarak jauh buatan Barat oleh Kyiv dalam perang tersebut.

Dolar melonjak setelah ancaman tarif Trump. Dolar menguat tajam pada hari Selasa, menekan harga minyak setelah Trump mengancam akan mengenakan tarif perdagangan 10% pada Tiongkok atas dugaan masuknya obat-obatan terlarang ke AS.

Trump juga mengancam tarif impor 25% pada Meksiko dan Kanada atas klaim imigran ilegal yang memasuki AS melalui kedua negara tersebut.

Dolar melonjak karena prospek kebijakan proteksionis AS yang lebih banyak, kembali mendekati level tertinggi dalam dua tahun dan menekan harga minyak mentah. Dolar yang lebih kuat membuat minyak lebih mahal bagi pembeli internasional, sehingga mengurangi permintaan.

Prospek tarif perdagangan yang lebih tinggi pada Tiongkok, yang merupakan importir minyak terbesar di dunia, juga membebani minyak, mengingat hal itu menandakan lebih banyak tekanan ekonomi pada Beijing.

Beijing juga dapat mengenakan tarif pembalasan terhadap AS, yang meningkatkan perang dagang antara dua ekonomi terbesar di dunia dan berpotensi mengganggu perdagangan global.(ayu)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS