
Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, dan dolar yang mulai melemah. Pemicu utamanya datang dari data akhir pekan yang menunjukkan People's Bank of China (PBOC) kembali menambah cadangan emas. Ini berarti Tiongkok tercatat membeli emas selama 15 bulan berturut-turut, menandakan bahwa permintaan masih kuat di tengah kekhawatiran fiskal dan penutupan ekonomi global. Dari sisi AS, pasar juga makin ramai bertaruh bahwa The Fed bisa...
Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI naik +0,2% ke $64,51/barel. Bensin utamanya tetap satu: Selat Hormuz. Otoritas maritim AS memberi panduan agar kapal berbendera AS yang melintas menjauh sejauh mungkin dari perairan teritorial Iran dan menolak secara verbal bila ada permintaan naik kapal dari aparat Iran. Meski cuma "guidance", market bacanya sebagai sinyal risiko karena Hormuz itu jalur krusial yang dilalui sekitar seperlima...
Emas koreksi tipis di sesi Eropa hari Selasa (10/2), tapi masih bertahan di atas $5.000/oz karena pasar lagi "nahan napas" jelang rangkaian data AS yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga. Emas spot turun sekitar 0,2% ke $5.047,11/oz. Yang membuat emas tetap bertahan bukan cuma soal data dan dolar yang cenderung melemah, tapi juga karena risk premium geopolitik belum hilang. Paling panas: tensi AS “ Iran kembali bikin Selat Hormuz jadi sorotan. AS baru mengeluarkan panduan bagi kapal berbendera AS yang melintas agar menjauh dari perairan teritorial Iran dan menolak permintaan naik kapal...