
Emas masih sulit bangkit pada Kamis (5/2) meski sinyal pelemahan dari data tenaga kerja AS mulai terlihat. Penyebab utamanya: dolar AS tetap menguat (atau minimal bertahan kuat), sehingga tekanan ke logam mulia belum mereda. Pemicu awal datang dari data JOLTS Job Openings yang turun tajam. Rilis untuk Desember 2025 menunjukkan lowongan kerja berada di 6,542 juta, jauh di bawah perkiraan 7,200 juta. Normalnya, angka yang melemah seperti ini memberi ruang bagi emas untuk menguat karena pasar bisa mulai membayangkan suku bunga lebih rendah. Namun, kali ini efeknya tertahan karena dolar justru...
Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap setiap headline, mencerminkan pasar yang masih "rawan berubah arah" di tengah tensi geopolitik. Di New York, West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di atas $63 per barel. Pasar sempat menguat setelah Menlu Iran Abbas Araghchi menyebut perundingan sebagai "awal yang baik". Namun euforia itu tidak berlangsung mulus karena laporan Wall Street Journal menyebut Teheran masih menolak mengakhiri...
Harga emas masih kesulitan mengubah rebound intraday jadi reli yang berkelanjutan. Setelah sempat jatuh ke area $4.654 ( level terendah 4 hari) dan memantul, harga kembali tertolak di dekat $4.900. Pada sesi Eropa hari Jumat (6/2), emas spot bergerak di kisaran $4.859 per ons. Dorongan penguatan emas hari ini datang dari perubahan sentimen risiko global. Saat pasar saham bergerak rapuh dan investor cenderung defensif, aliran dana ke aset safe-haven kembali muncul dan emas jadi penerima manfaatnya. Di waktu yang sama, tanda pelemahan pasar tenaga kerja AS ikut menjaga ekspektasi pasar bahwa...