
Dolar AS melemah pada perdagangan hari ini, setelah beberapa sesi sebelumnya sempat bergerak menguat didukung kenaikan imbal hasil obligasi AS. Pelemahan greenback membuat investor mulai mengurangi posisi aman di dolar dan perlahan beralih ke aset lain yang menawarkan imbal hasil lebih menarik. Sentimen pasar juga dipengaruhi spekulasi bahwa The Fed bisa mengambil langkah pelonggaran kebijakan yang lebih besar jika data ekonomi ke depan menunjukkan perlambatan yang lebih jelas. Turunnya indeks dolar memberi ruang napas untuk mata uang lain, terutama di kawasan Asia, yang bergerak menguat...
Emas (XAU/USD) diperdagangkan dengan bias negatif untuk hari ketiga berturut-turut dan turun ke level terendah satu minggu, di kisaran $4.170, pada awal sesi Eropa hari Selasa. Penurunan ini tidak memiliki katalis fundamental yang jelas dan dapat dikaitkan dengan beberapa reposisi perdagangan menjelang pertemuan kebijakan FOMC yang sangat dinantikan, yang dimulai hari ini. Investor akan terus mencermati proyeksi ekonomi terbaru, termasuk yang disebut dot plot, dan konferensi pers pasca-pertemuan Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell untuk mendapatkan petunjuk tentang jalur penurunan...
Harga minyak stabil pada hari Selasa setelah turun 2% pada sesi sebelumnya, dengan investor mencermati perundingan damai untuk mengakhiri perang Rusia di Ukraina, kekhawatiran tentang pasokan yang melimpah, dan keputusan suku bunga AS yang akan datang. Harga minyak mentah Brent berjangka naik 22 sen, atau 0,4%, menjadi $62,71 per barel pada pukul 11.45 GMT. Minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 20 sen, atau 0,3%, menjadi $59,08 per barel. Kedua kontrak turun lebih dari $1 per barel pada hari Senin setelah Irak memulihkan produksi di ladang minyak West Qurna 2 milik Lukoil, salah...