
Emas mencetak rekor tertinggi baru di atas level $4.100 pada hari Selasa(14/10), didorong oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga bulan ini oleh Federal Reserve AS dan pelarian investor ke aset aman setelah meningkatnya ketegangan perdagangan antara Washington dan Beijing. Emas spot naik 0,9% menjadi $4.145,85 per oz pada pukul 13.50 ET (17.50 GMT), setelah mencapai rekor tertinggi $4.179,48 di awal sesi. Emas berjangka AS untuk pengiriman Desember naik 0,7% dan ditutup pada $4.163,40. Harga logam mulia ini telah melonjak sekitar 57% tahun ini, menembus level $4.100 untuk pertama kalinya...
Harga minyak turun pada hari Selasa(14/10), ditutup 1,5% lebih rendah karena Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan akan adanya kelebihan pasokan yang besar pada tahun 2026, dan karena ketegangan perdagangan yang terus berlanjut antara AS dan Tiongkok, dua ekonomi terbesar dunia. Harga minyak mentah berjangka Brent turun 93 sen, atau 1,5%, menjadi $62,39 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 1,3%, atau 79 sen, menjadi $58,70. Kedua kontrak tersebut berada pada level terendah dalam lima bulan. Pada sesi sebelumnya, Brent ditutup 0,9% lebih tinggi, dan WTI AS...
Emas bergerak mendekati rekor, didukung dua faktor: ekspektasi The Fed bakal memangkas suku bunga lagi tahun ini dan memanasnya hubungan AS“China. Harga spot sempat ke puncak baru $4.179,70/oz dan terakhir diperdagangkan di kisaran $4.165/oz, setelah sesi sebelumnya ditutup naik 0,8%. Imbal hasil obligasi AS turun ke level terendah dalam beberapa pekan setelah Ketua The Fed Jerome Powell memberi sinyal pemangkasan seperempat poin bulan ini. Yield yang lebih rendah bikin emas yang tidak beri kupon jadi relatif lebih menarik. Perak ikut liar: sempat menembus rekor di atas $53,54/oz lalu...
Harga minyak stabil setelah menyentuh level terendah 5 bulan. WTI bergerak di dekat $59/barel dan Brent sekitar $62, menandakan pasar masih ragu-ragu setelah penurunan tajam sebelumnya. IEA memperkirakan kelebihan pasokan yang belum pernah terjadi: pada 2026, suplai global bisa melebihi permintaan ~4 juta barel per hari. Prospek glut ini menekan sentimen, dan beberapa bank Wall Street melihat peluang harga kembali ke kisaran $50-an. Di sisi geopolitik, tensi AS-China kembali panas: Beijing menjatuhkan sanksi pada unit AS dari raksasa pelayaran Korea, memicu kekhawatiran aksi balasan. Meski...
Dolar Australia menguat terhadap dolar AS pada Rabu(15/10), menutup kerugian sesi sebelumnya. Dorongannya datang dari komentar Asisten Gubernur RBA Sarah Hunter: data terbaru terlihat sedikit lebih kuat dari perkiraan, inflasi Q3 kemungkinan lebih tinggi, pasar tenaga kerja dan kondisi ekonomi bisa lebih ketat dari asumsi, sementara dewan siap menyesuaikan kebijakan sesuai data-meski ia mengakui momentum konsumen bisa melemah di Q3. Pergerakan AUD juga dipengaruhi rilis inflasi Tiongkok: CPI September -0,3% YoY (ekspektasi -0,1%; Agustus -0,4%) dengan CPI bulanan +0,1% (di bawah perkiraan...