Thursday, 01 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Thursday, 1 January 2026 00:35 WIB

Saham-saham Eropa berakhir beragam pada hari perdagangan terakhir tahun ini. Indeks pan-Eropa Stoxx 600 menutup sesi perdagangan yang dipersingkat 0,1% lebih rendah pada hari Rabu (31/12), dengan sebagian besar indeks sektor berada di wilayah negatif. FTSE 100 Inggris mengakhiri hari dengan penurunan 0,2%, membawa indeks tersebut ke kenaikan tahunan sebesar 21,5% “ kenaikan tahunan terkuatnya sejak 2009. Sementara itu, CAC 40 Prancis mengakhiri Malam Tahun Baru dengan penurunan 0,2%, sementara DAX Jerman naik 0,6%. FTSE MIB Italia naik 1,1%, membawa kenaikan tahunan menjadi 31,5% dan...

RECENT NEWS
Hong Kong Rally Gara-Gara 'Gencatan Dagang'?
Monday, 27 October 2025 10:04 WIB | HANG SENG

Indeks Hang Seng naik karena pasar Hong Kong ikut lega setelah ada kesepakatan awal antara Tiongkok dan Amerika Serikat di Kuala Lumpur. Investor mulai percaya hubungan dagang dua ekonomi terbesar dunia bakal lebih stabil, jadi minat risiko balik lagi. Pada Senin pagi, Hang Seng naik sekitar 0,7% ke level 26.342, sementara indeks Hang Seng Tech juga ikut menguat. Saham-saham besar teknologi dan industri memimpin kenaikan: WuXi AppTec melonjak lebih dari 7%, SMIC sebagai produsen chip Tiongkok naik hampir 4%, Baidu naik hampir 3%, dan Alibaba juga naik di atas 3%. Artinya, sektor teknologi...

Sentimen Tenang, Bursa Hijau, Emas Melemah
Monday, 27 October 2025 07:25 WIB | Asia

Kesepakatan dagang AS-Tiongkok yang hampir tercapai memicu reli lintas aset, mengangkat saham, minyak, dan tembaga, serta mata uang yang terekspos Tiongkok seperti dolar Australia. Obligasi pemerintah dan emas turun. Saham Asia naik 0,8% dengan saham di Jepang dan Korea Selatan melonjak sekitar 2%. Kontrak berjangka untuk S&P 500 dan Nasdaq 100 menguat setelah kedua indeks acuan ditutup pada rekor tertinggi pekan lalu. Kontrak berjangka untuk tembaga AS - indikator pertumbuhan global - melonjak, begitu pula minyak, dengan potensi kesepakatan AS-Tiongkok yang memperkuat prospek...

Nikkei Ngacir Berkat Yen Lemah & Janji Stimulus
Monday, 27 October 2025 07:21 WIB | Nikkei 225

Saham Jepang diperkirakan lanjut menguat karena kombinasi dua faktor yang disukai pasar: yen yang makin melemah dan ekspektasi stimulus ekonomi dari pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi. Kontrak futures Nikkei yang diperdagangkan di SGX tercatat naik sekitar 1,5%, sementara USD/JPY bergerak di area 153 per dolar AS, melemah dari level penutupan sebelumnya. Yen yang lemah biasanya jadi kabar bagus untuk eksportir Jepang karena penjualan mereka dalam dolar terlihat lebih besar ketika dikonversi ke yen. Di sisi politik, pelaku pasar sedang memperhatikan langkah-langkah ekonomi yang...

Bursa AS Melesat, Cetak All-Time High
Saturday, 25 October 2025 04:21 WIB | SahamAS

Tiga indeks utama AS ditutup pada rekor tertinggi baru setelah laporan inflasi yang lebih rendah dari perkiraan meningkatkan kemungkinan pemangkasan suku bunga Federal Reserve akhir tahun ini dan mendorong investor beralih ke aset berisiko. S&P 500 naik 0,8%, Nasdaq naik 1%, dan Dow Jones naik 470 poin. Saham teknologi memimpin reli dengan AMD dan IBM masing-masing melonjak 7,5% dan 8,77% setelah IBM mengatakan telah berhasil menjalankan algoritma koreksi kesalahan kuantum utama pada chip AMD, yang mengangkat sentimen di seluruh sektor. Intel naik 1,6% setelah kembali profitabilitas dan...

Rekor Baru Lagi! STOXX 600 Tutup di Puncak
Friday, 24 October 2025 23:35 WIB | SahamEropa

Saham-saham Eropa ditutup sedikit lebih tinggi pada hari Jumat di tengah beragamnya laporan keuangan perusahaan, sementara pasar menilai prospek pertumbuhan dan suku bunga Eropa. STOXX 50 naik tipis ke level 5.674 dan STOXX 600 naik 0,2% ke level penutupan rekor 575. Sanofi naik 3% karena laba kuartal ketiga yang melampaui ekspektasi dan Saab melonjak 6% setelah menaikkan proyeksi penjualan organik setahun penuh. NatWest juga melonjak 5% karena laba kuartal ketiga yang lebih tinggi dan target kinerja yang ditingkatkan. ENI juga melonjak hampir 2% setelah merilis laporan keuangannya. Di sisi...