Friday, 02 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Friday, 2 January 2026 07:25 WIB

Pasar saham Asia-Pasifik diperkirakan dibuka bervariasi pada hari Jumat(2/1), menandai awal tahun baru dengan sikap hati-hati. Pergerakan ini mengikuti penutupan pasar Amerika Serikat pada Malam Tahun Baru, di mana tiga indeks utama Wall Street melemah, meskipun secara keseluruhan masih mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025. Sejumlah pasar utama Asia masih tutup karena libur Tahun Baru, termasuk Jepang dan Tiongkok daratan. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 dibuka relatif stabil tanpa pergerakan besar. Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong berjangka berada di level 25.648,...

RECENT NEWS
Saham Eropa Hijau, Tapi Minggu Ini Penuh Ujian
Monday, 15 December 2025 15:24 WIB | Eropa

Saham-saham Eropa dibuka menguat pada awal pekan ini. Indeks Stoxx 600 naik sekitar 0,38%, dengan hampir semua sektor dan bursa utama bergerak di zona hijau. FTSE Inggris, DAX Jerman, CAC 40 Prancis, dan FTSE MIB Italia masing-masing ikut menguat di pembukaan. Kenaikan ini terjadi di tengah fokus pasar yang tertuju pada rangkaian keputusan bank sentral Eropa dalam beberapa hari ke depan. Pekan ini jadi momen penting untuk ECB, BoE, Riksbank, dan Norges Bank yang akan menggelar pertemuan kebijakan terakhir tahun 2025. ECB diperkirakan menahan suku bunga di 2%, sementara Presiden Christine...

Nikkei Terpeleset Jelang Keputusan BoJ
Monday, 15 December 2025 14:09 WIB | Nikkei 225

Indeks Nikkei 225 ditutup turun sekitar 1,3% di kisaran 50.100 pada perdagangan Senin(15/12), terseret sentimen negatif dari Wall Street yang baru saja mencatat penurunan harian terburuk dalam tiga minggu, terutama di saham-saham teknologi dan AI. Investor juga masih mencerna data China yang lemah, termasuk penurunan investasi dan lesunya konsumsi, sehingga kekhawatiran soal permintaan global kembali mencuat dan menekan saham eksportir Jepang. Dari dalam negeri, pasar saham Jepang juga tertekan oleh ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) pada pertemuan 18“19 Desember, setelah...

Hang Seng Dibuka Merah-Saham Teknologi Jadi Biang Kerok?
Monday, 15 December 2025 10:17 WIB | HANG SENG

Bursa Hong Kong dibuka melemah pada Senin(15/12), dengan Hang Seng sempat turun ke 25.698 sebelum sedikit pulih dan diperdagangkan di sekitar 25.771 (turun 0,79%). Tekanan juga terlihat di Indeks Perusahaan China yang turun ke 8.988 (-1%) dan Indeks Teknologi ke 5.553 (-1,49%). Nilai transaksi di bursa utama tercatat sekitar HK$51,9 miliar, menunjukkan pasar cukup aktif meski sentimen cenderung hati-hati. Penurunan ini terutama dibebani saham-saham teknologi besar: Tencent (-2%), Alibaba (-2,4%), Xiaomi (-1,9%), JD.com (-1,5%), dan Kuaishou (-3,1%). Di sektor lain, kinerja keuangan...

Nikkei Merah Pagi Ini,Saham Chip Kena "Sentil" AI
Monday, 15 December 2025 07:44 WIB | Nikkei 225

Bursa Jepang dibuka melemah setelah sentimen saham teknologi, terutama semikonduktor, memburuk. Pemicunya datang dari kabar Broadcom yang memberi prospek penjualan mengecewakan, ditambah laporan bahwa Oracle menunda penyelesaian beberapa pusat data-membuat pasar makin khawatir soal besarnya investasi AI dan kapan balik modalnya. Akibatnya, Nikkei 225 turun 1,2% ke 50.246,58, sementara Topix cenderung datar di 3.423,70 pada pagi waktu Tokyo. Di tengah tekanan teknologi, investor mulai melirik sektor yang lebih "aman" seperti farmasi dan makanan. Saham keuangan juga diperkirakan lebih stabil...

Saham Asia Merah Lagi-Tanda Bubble AI Mulai Retak?
Monday, 15 December 2025 07:30 WIB | Asia

Bursa Asia dibuka melemah di pekan perdagangan penuh terakhir 2025, dipicu kekhawatiran soal prospek laba perusahaan teknologi dan belanja AI yang makin besar. Indeks saham regional versi MSCI turun sekitar 0,4%, sementara Korea Selatan yang selama ini ikut "euforia AI" jatuh lebih dari 2%. Di AS, futures indeks bergerak naik-turun tipis setelah Wall Street pada Jumat ditutup turun, dipimpin pelemahan saham-saham teknologi. Bitcoin juga ikut loyo, turun ke sekitar US$88.000. Sentimen risk-on global lagi kendor karena investor mulai ragu: apakah saham teknologi masih pantas dihargai mahal,...