Friday, 10 April 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Thursday, 12 February 2026 19:19 WIB

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor mulai mengurangi risiko di saham - saham berkapitalisasi besar. Dari sisi kontributor penekan indeks, Tencent menjadi salah satu pemberat utama setelah sahamnya turun sekitar 2,3%, menekan sektor teknologi yang belakangan menjadi motor kenaikan pasar. Pelemahan pada emiten berkapitalisasi besar seperti ini biasanya cepat memengaruhi sentimen...

RECENT NEWS
Emas Melemah Tipis, Pasar Tunggu Data Inflasi AS
Thursday, 11 September 2025 16:33 WIB | GOLD EMAS

Emas sedikit melemah pada hari Kamis(11/9), tetapi bertahan mendekati rekor tertinggi jauh di atas $3.600, karena pemulihan dolar yang moderat dan aksi ambil untung menekan harga, sementara investor menunggu data inflasi konsumen AS yang akan dirilis hari ini. Emas spot turun 0,3% menjadi $3.629,23 per ons, pada pukul 08.11 GMT. Emas batangan mencapai rekor tertinggi $3.673,95 pada hari Selasa. Emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun 0,4% menjadi $3.666,70. Indeks dolar AS naik 0,2% ke level tertinggi hampir satu minggu terhadap mata uang utama lainnya, membuat emas yang...

EUR/USD Stagnan, Pasar Tunggu Keputusan ECB Dan Data Inflasi AS
Thursday, 11 September 2025 15:48 WIB | EUR/USD

Pasangan EUR/USD mencatatkan penurunan tipis pada hari Kamis(11/9), diperdagangkan di level 1,1695, tetapi masih bergerak dalam kisaran sempit hari sebelumnya di awal sesi Eropa. Investor enggan menempatkan taruhan arah, menunggu hasil pertemuan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) dan rilis angka Indeks Harga Konsumen (IHK) AS. ECB telah mengantisipasi akan mempertahankan kebijakan moneternya. Fokus akan tertuju pada konferensi pers Presiden Christine Lagarde, untuk melihat apakah kesepakatan perdagangan yang tidak menguntungkan dengan AS dan situasi politik yang tidak menentu di...

Harga Minyak Tertekan, Pasokan Berlebih Dan Permintaan AS Melemah
Thursday, 11 September 2025 15:21 WIB | Minyak WTI brent oil

Harga minyak bertahan stabil pada hari Kamis (11/9) karena kekhawatiran atas melemahnya permintaan AS dan risiko kelebihan pasokan yang meluas diimbangi oleh kekhawatiran atas serangan di Timur Tengah dan perang Rusia di Ukraina. Harga minyak mentah Brent berjangka turun 13 sen, atau 0,2%, menjadi $67,36 per barel pada pukul 07.29 GMT, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 17 sen, atau 0,3%, menjadi $63,50. Harga acuan minyak mentah naik lebih dari $1 per kontrak pada hari Rabu setelah serangan Israel terhadap pimpinan Hamas di Qatar pada hari sebelumnya dan...

AUD Melemah Tipis, Fokus ke CPI AS
Thursday, 11 September 2025 13:22 WIB | Ekonomi Australia

Dolar Australia melemah tipis pada Kamis setelah sempat menguat di sesi sebelumnya. Pair AUD/USD masih berpeluang pulih karena dolar AS menghadapi tekanan menyusul data PPI AS yang lebih lemah dari perkiraan, sehingga memperkuat ekspektasi pelonggaran The Fed pada September. Dari dalam negeri, AUD mendapat penopang karena data Australia yang solid mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh RBA. Pasar swap kini menilai ~86% peluang RBA menahan suku bunga bulan ini. Ekspektasi Inflasi Konsumen Australia naik ke 4,7% di September dari 3,9% di Agustus, mencerminkan permintaan...

Perak Stabil di $41, Menanti CPI AS
Thursday, 11 September 2025 11:31 WIB | Perak

Perak bertahan di sekitar $41/oz, mendekati puncak 14 tahun, sementara pasar menunggu rilis CPI AS yang bisa menentukan ukuran pemangkasan suku bunga The Fed pekan depan. Data PPI AS Rabu turun 0,1% m/m (Juli direvisi turun dari +0,7%), meleset dari perkiraan +0,3%. Pelaku pasar sudah mem-price in penurunan 25 bps, dengan peluang 50 bps sekitar 8%. Permintaan safe haven turut menopang setelah Presiden Donald Trump mendorong UE mempertimbangkan tarif hingga 100% pada China dan India untuk menekan Rusia. Dari sisi industri, kebutuhan untuk surya, kendaraan listrik, dan elektronik tetap kuat,...