Friday, 09 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Emas Terkoreksi di Tengah Ketidakpastian Pasar
Thursday, 8 January 2026 17:19 WIB | MARKET ANALYSIS |PerakSILVER

Harga emas melemah pada perdagangan terbaru, tertekan oleh penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, seiring investor mencerna data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat. Sentimen pasar juga cenderung berhati-hati menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting, yang membuat pelaku pasar mengurangi posisi di aset safe haven.

Meski demikian, pelemahan emas dinilai masih terbatas karena ketidakpastian global dan risiko geopolitik tetap menjadi faktor pendukung. Investor kini menanti sinyal lanjutan dari arah kebijakan suku bunga The Fed, dengan pergerakan emas diperkirakan akan tetap volatil dalam jangka pendek.

Sumber: Newsmaker.id

RELATED NEWS
Perak Kembali Menggila? $78 Menjadi Perebutan Kekuasaan!...
Thursday, 8 January 2026 10:21 WIB

Perak (XAG/USD) hari ini terkonsolidasi di sekitar $78,05/oz (real-time), setelah volatilitas tinggi dalam beberapa sesi terakhir. Area ini menunjukkan pasar "menahan napas" karena pelaku pasar menung...

Jelang Data AS, Emas Berbalik Turun...
Wednesday, 7 January 2026 19:41 WIB

Harga emas turun pada perdagangan terbaru seiring investor memilih ambil untung setelah reli sebelumnya, sambil menunggu kepastian dari data ekonomi Amerika Serikat. Fokus pasar kini tertuju pada ril...

Brent Melemah di Tengah Lonjakan Pasokan Global...
Wednesday, 7 January 2026 10:39 WIB

Harga Brent Oil relatif turun karena pasar mulai memperhitungkan kemungkinan akhirnya konflik Rusia‘Ukraina. Jika perang mereda, ekspor minyak Rusia yang selama ini dibatasi sanksi bisa kembali masu...

Perak Bisa Naik Drastis! Ini Alasannya yang Jarang Dibahas...
Wednesday, 7 January 2026 10:32 WIB

Harga perak tetap kuat karena permintaan industri yang tinggi dan pasokan yang terbatas. Perak banyak digunakan dalam panel surya, kendaraan listrik, elektronik, dan teknologi canggih lainnya, sementa...

Ternyata ini yang Menentukan Harga Emas!...
Wednesday, 7 January 2026 08:08 WIB

Harga emas bergerak melemah tipis sekitar 0,21% pada perdagangan terbaru. Bergerak dikisaran $4.487 Tekanan ini muncul seiring investor mulai menahan posisi sambil menunggu arah kebijakan suku bunga d...

LATEST NEWS
Saham Hong Kong Lesu, Siap Turun Mingguan

Saham Hong Kong sedikit berubah pada perdagangan Jumat pagi, berfluktuasi di sekitar 26.165 setelah dua sesi penurunan, karena pelemahan di sektor properti dan keuangan diimbangi oleh kenaikan di saham teknologi dan konsumen. Para pedagang menilai...

Nikkei Naik 0,7% Ditopang Saham Otomotif dan Keuangan

Bursa saham Jepang menguat pada awal perdagangan, didorong pelemahan yen dan sinyal ekonomi Amerika Serikat yang masih solid. Kondisi ini meningkatkan minat beli pada saham-saham berorientasi ekspor dan sektor yang sensitif terhadap pergerakan suku...

Ketegangan Baru Rusia dan Amerika

Ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Rusia kembali mencuat setelah insiden yang melibatkan kapal tanker minyak, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan arus pasokan energi global. Langkah Washington yang dikaitkan dengan...

POPULAR NEWS
Mineral Greenland Atau Faktor keamanan Alasan Diam-Diam di Balik Ambisi AS
Wednesday, 7 January 2026 06:27 WIB

Greenland bukan hanya soal lokasi strategis, tapi juga gudang mineral penting dunia. Pulau ini menyimpan cadangan besar rare earth elements (REE)...

Pasar Asia Melambat, Jepang Tertekan & Minyak Turun
Wednesday, 7 January 2026 07:26 WIB

Pasar saham Asia sedikit melemah pada Rabu setelah mencatat awal tahun terbaik sepanjang sejarah. Pelemahan dipicu oleh turunnya saham Jepang di...

Menurut Petinggi Fed Masih Ada Peluang Pemangkasan Suku Bunga Lanjutan
Tuesday, 6 January 2026 23:47 WIB

Perubahan lebih lanjut pada suku bunga jangka pendek Federal Reserve perlu "disesuaikan dengan cermat" berdasarkan data yang masuk mengingat risiko...

Mahkamah Agung vs Tarif: Pasar Siaga Guncangan
Thursday, 8 January 2026 20:09 WIB

Putusan Mahkamah Agung yang akan datang mengenai legalitas tarif besar-besaran yang diluncurkan Presiden Donald Trump pada bulan April, yang sempat...