Saturday, 10 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Trump Mengatakan Ia Tidak Ingin 'Terlalu Banyak' Pengecualian dalam Dorongan Tarif
Wednesday, 26 March 2025 09:10 WIB | GLOBAL |

Presiden Donald Trump mengatakan ia berencana untuk membatasi pengecualian pada dorongan tarifnya, petunjuk samar terbaru tentang pengumuman yang direncanakan pada tanggal 2 April tentang tugas timbal balik pada mitra dagang global.

Mitra dagang AS telah berlomba untuk mendapatkan pengecualian dari pungutan yang telah ditempatkan Trump di pusat agenda ekonominya, tetapi presiden mengindikasikan bahwa mereka akan sulit untuk diamankan.

"Saya tahu ada beberapa pengecualian, dan ini adalah diskusi yang sedang berlangsung, tetapi tidak terlalu banyak, tidak terlalu banyak pengecualian," kata Trump dalam sebuah wawancara dengan Newsmax. "Tidak, saya tidak ingin memiliki terlalu banyak pengecualian."

Trump telah menjanjikan pengumuman tarif yang luas Rabu depan, menyebutnya sebagai "Hari Pembebasan" terhadap mitra dagang yang telah lama dituduhnya "merampok" AS. Tanggal tersebut akan ditandai dengan pungutan timbal balik untuk negara-negara yang mengenakan tarif mereka sendiri pada barang-barang AS, meskipun ukuran, cakupan, dan metode tarif tersebut belum diungkapkan.

Trump sebelumnya mengatakan tarif timbal baliknya akan ditimbang untuk mengimbangi hambatan non-tarif negara lain juga. Namun presiden juga mengatakan dalam beberapa hari terakhir bahwa langkah-langkahnya yang akan datang tidak akan menjadi respons tit-for-tat yang tepat, dan dia mungkin memberikan pengecualian atau pengurangan kepada negara-negara tertentu.

Trump mengatakan pada hari Senin di Gedung Putih bahwa dia "mungkin memberikan banyak negara keringanan." Komentarnya yang bolak-balik tentang rencana tarifnya telah menabur kebingungan di antara investor dan bisnis.

Saran pengecualian telah membuat negara-negara bergegas menawarkan konsesi dan memainkan hubungan perdagangan mereka dengan AS. "Saya mungkin akan lebih lunak daripada timbal balik, karena jika saya timbal balik, itu akan sangat sulit bagi orang-orang," Trump menegaskan kembali.

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS
BIAS23: "Mesin Audit Perilaku" yang Lagi Ramai Dipakai untuk Baca Pola Konten...
Thursday, 18 December 2025 18:28 WIB

Dalam beberapa bulan terakhir, banyak creator dan tim marketing mulai mencari cara yang lebih rapi untuk memahami performa konten”bukan sekadar melihat view dan like. Di tengah kebutuhan itu, BIAS23...

Tiga Konflik Global Masih Memanas, Dunia Tetap Waspada...
Thursday, 18 December 2025 16:59 WIB

1) AS vs Venezuela: "blokade tanker" bikin pasar langsung tegang AS di bawah Presiden Donald Trump menaikkan tekanan ke Venezuela dengan perintah blokade untuk kapal tanker minyak yang kena sanksi (m...

Russian Missile Strike Kills Three, Wounds 10 in Kharkiv Region, Ukraine Says...
Monday, 17 November 2025 16:14 WIB

A Russian missile strike on the eastern Ukrainian city of Balakliia killed three people, with three teenagers among the 10 wounded, Kharkiv regional officials said on Monday. The overnight attack dam...

OPEC Perkirakan Konsumsi Minyak Melesat 2026...
Tuesday, 12 August 2025 19:15 WIB

OPEC pada Selasa(12/8) menaikkan perkiraannya untuk permintaan minyak global tahun depan dan memangkas perkiraan pertumbuhan pasokan dari Amerika Serikat serta produsen lain di luar kelompok OPEC+ yan...

Pidato Trump Dalam Mengatasi Masalah Di dalam Negeri Amerika...
Monday, 11 August 2025 23:29 WIB

Presiden AS Donald Trump dalam pidatonya pada Senin malam (11/8) menyatakan tekad untuk "membebaskan" Washington D.C. dari kejahatan, kekerasan, dan masalah sosial yang menurutnya sudah terlalu lama d...

LATEST NEWS
Harga emas melonjak di atas $4.500, siap untuk kenaikan mingguan 4% setelah data NFP AS dirilis

Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang diproyeksikan. Namun, Tingkat Pengangguran...

Emas Masih Jadi Buruan para Pelaku pasar

Harga emas kembali menguat pada perdagangan terbaru setelah sempat tertekan, didorong oleh melemahnya dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Investor kembali memburu emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian arah...

Perak Sesi Eropa Kemana?

Perak bergerak di sekitar $77.430, geraknya cenderung menunggu pemicu dari dolar AS & hasil. Kalau dolar menguat, perak biasanya ketahan; kalau dolar melemah, perak lebih mudah lagi naik.Fundamentalnya masih ditopang safe haven (ketidakpastian...

POPULAR NEWS
Mahkamah Agung vs Tarif: Pasar Siaga Guncangan
Thursday, 8 January 2026 20:09 WIB

Putusan Mahkamah Agung yang akan datang mengenai legalitas tarif besar-besaran yang diluncurkan Presiden Donald Trump pada bulan April, yang sempat...

Isu Pengambilalihan Greenland oleh AS Picu Kekhawatiran, Benarkah NATO Terancam Pecah.
Wednesday, 7 January 2026 23:41 WIB

Isu geopolitik kembali memanas setelah muncul pernyataan dan sinyal politik dari Amerika Serikat yang memicu spekulasi mengenai kemungkinan langkah...

Tanker Rusia Disita, Trump Gencarkan Kendali Minyak Venezuela
Thursday, 8 January 2026 15:54 WIB

AS menyita dua kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela di Samudra Atlantik pada hari Rabu, satu di antaranya berlayar di bawah bendera...

Wakil Ketua Fed Bowman Menguraikan Upaya Modernisasi Regulasi
Thursday, 8 January 2026 05:35 WIB

Wakil Ketua Federal Reserve untuk Pengawasan, Michelle Bowman, menguraikan perubahan signifikan pada pengawasan dan regulasi perbankan selama...