
Harga Perak (XAG/USD) menghadapi tekanan jual hingga sekitar $34,15 setelah turun dari level tertinggi hampir tujuh bulan selama jam perdagangan Asia pada hari Selasa.
Logam putih tersebut melemah karena aksi ambil untung di tengah meredanya ketegangan perdagangan.
Nada positif yang umumnya terjadi di pasar ekuitas membebani aset safe haven, termasuk logam putih. Presiden AS Donald Trump berencana untuk menggandakan tarif impor baja dan aluminium, mulai hari Rabu.
Pada hari yang sama, pemerintahan Trump meminta mitra dagangnya untuk mengajukan penawaran terbaik mereka guna menyelesaikan transaksi sebelum 8 Juli. Namun, potensi penurunan XAG/USD mungkin terbatas di tengah tarif dan ketidakpastian ekonomi.
Greenback melemah setelah data menunjukkan manufaktur AS mengalami kontraksi untuk bulan ketiga pada bulan Mei. Hal ini, pada gilirannya, dapat membantu membatasi kerugian harga komoditas berdenominasi USD.
Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur AS turun menjadi 48,5 pada bulan Mei dibandingkan dengan 48,7 sebelumnya, Institute for Supply Management (ISM) mengungkapkan pada hari Senin. Angka ini berada di bawah konsensus pasar sebesar 49,5.
Para pedagang akan memantau dengan saksama rilis laporan ketenagakerjaan AS untuk bulan Mei pada hari Jumat nanti. Laporan ini dapat memberikan beberapa petunjuk tentang ekonomi AS dan jalur suku bunga.
Nonfarm Payrolls (NFP) AS diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja sebesar 130 ribu pada bulan Mei, sementara Tingkat Pengangguran diproyeksikan akan tetap stabil pada 4,2% dalam periode laporan yang sama.
Jika data menunjukkan hasil yang lebih kuat dari yang diharapkan, hal ini dapat meningkatkan Greenback dan melemahkan logam mulia.(cay)
Sumber: fxstreet
Harga perak (XAG/USD) berbalik melemah pada Rabu (7/1) setelah tiga sesi sebelumnya melonjak. Perak turun sekitar 2,5% dan berada di kisaran US$79,27 per troy ounce pada perdagangan terbaru, menandai ...
Pasar perak masih fokus kuat pada fundamental yang mendukung harga tinggi hari ini. Meskipun ada beberapa koreksi dalam beberapa hari terakhir, struktur dasar pasar perak tetap rapat karena supply yan...
Harga perak naik menjadi sekitar $79 per ons pada hari Selasa, menandai kenaikan untuk sesi ketiga berturut-turut dan bergerak menuju level rekor. Serangan AS terhadap Venezuela dan penangkapan Presid...
Harga perak bergerak menguat pada hari ini, 2 Januari 2026, seiring meningkatnya minat investor di awal tahun. Sentimen pasar didorong oleh ketidakpastian global yang masih tinggi, membuat perak kemba...
Harga perak diperdagangkan stabil pada hari Rabu, 31 Desember 2025, menjelang penutupan tahun. Pergerakan harga cenderung terbatas karena banyak investor memilih menahan langkah di tengah likuiditas y...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...