
Harga minyak cenderung stabil setelah lonjak lebih dari 3% pada Kamis, saat pelaku pasar menimbang ancaman terbaru Presiden AS Donald Trump terhadap Iran dan risiko eskalasi konflik di Timur Tengah. West Texas Intermediate (WTI) bertahan di sekitar $66 per barel, melanjutkan reli tiga hari yang juga terbantu pelemahan dolar AS. Sementara Brent bertahan di atas $70, pertama kalinya sejak Juli, setelah premi risiko geopolitik kembali "disuntikkan" ke harga. Pemicu utamanya datang dari peringatan Trump: jika Iran tidak mau mencapai kesepakatan nuklir, opsi serangan militer tetap ada. Nada...
Harga minyak ambles tajam karena pasar mulai melepas "premi perang" yang sempat menempel selama Januari. Pemantiknya: Donald Trump bilang Washington sedang berkomunikasi/berbicara dengan Iran, bikin pelaku pasar membaca situasi sebagai sinyal de eskalasi, bukan menuju bentrok terbuka. Di sesi Senin, 2 Februari 2026, Brent turun ke sekitar $65,86/barel dan WTI turun ke sekitar $61,79/barel keduanya terkoreksi sekitar 4“5% setelah sebelumnya mencatat lonjakan bulanan besar. Pasar yang kemarin nge price in gangguan pasokan, sekarang buru-buru "reset posisi". Dari sisi geopolitik, Trump juga...
Logam mulia mulai "ambil napas" setelah diguncang aksi jual brutal di sesi Asia. Harga sempat jatuh dalam lalu muncul pantulan tipis, karena pasar sedang menakar: ini koreksi wajar setelah reli gila-gilaan, atau sinyal reli besar benar-benar patah. Emas spot masih tertekan sekitar 4% setelah sebelumnya sempat ambruk hingga 10% melanjutkan penurunan paling tajam dalam lebih dari satu dekade pada Jumat. Perak juga belum pulih, turun lebih dari 7% setelah sesi sebelumnya sempat rontok 16% dan mencetak penurunan intraday terbesar. Sentimennya jelas: dari euforia jadi risk-off dalam satu...