Tuesday, 07 April 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
RECENT NEWS

Home

Pasokan Melonjak, Rally Tertahan?
Friday, 7 November 2025 07:14 WIB | Oil,

Harga minyak bergerak naik tipis tapi masih di jalur penurunan mingguan kedua. West Texas Intermediate (WTI) sempat mendekati $60 per barel, sementara Brent stabil di kisaran $63 pada Kamis. Meski begitu, keduanya masih mengarah turun sekitar 2% secara mingguan. Pemicunya adalah pasokan global bertambah. Produksi OPEC+ naik tipis setelah beberapa anggota utama kembali menyalurkan suplai, ditambah kenaikan output dari Brasil dan AS. Sepanjang tahun ini WTI sudah melemah sekitar 17%. Badan Energi Internasional (IEA) bulan lalu juga memperkirakan kelebihan pasokan tahun depan bakal mencetak...

Emas Naik Tipis, Sinyal Bahaya dari AS?
Friday, 7 November 2025 07:16 WIB | GOLD

Emas menguat di sesi Asia seiring munculnya tanda-tanda rapuhnya ekonomi AS. Perusahaan-perusahaan AS melaporkan rencana pemangkasan lebih dari 150.000 pekerjaan pada bulan lalu-nyaris tiga kali lipat dibanding September-menurut konsultan Challenger, Gray & Christmas. Data ini menambah kekhawatiran pasar dan mendorong minat pada aset lindung nilai. Di saat yang sama, penutupan pemerintah AS memasuki hari ke-37. Dampaknya makin terasa: Otoritas Penerbangan Federal (FAA) memerintahkan pengurangan lalu lintas 10% di 40 bandara. Kebijakan ini memperkuat sinyal perlambatan aktivitas,...

Perak Mengilap, Dolar Loyo?
Friday, 7 November 2025 11:25 WIB | SILVER

Perak bergerak di kisaran tinggi (kontrak Desember COMEX sekitar $48-49/oz) seiring sentimen "risk-off" meluas dan dolar AS melemah. Data PHK versi Challenger yang melonjak tajam pada Oktober meningkatkan keyakinan pasar bahwa The Fed bisa memangkas suku bunga lebih cepat, sehingga mendongkrak minat ke logam mulia. Namun reli perak cenderung lebih kalem dibanding emas karena perak juga sangat bergantung pada siklus industri. Dari sisi fundamental, keseimbangan pasar jangka menengah tetap ketat: The Silver Institute memperkirakan defisit pasokan berlanjut pada 2025, meski ada "thrifting"...