
Emas menguat di awal perdagangan Asia. Terdapat tren kenaikan komoditas yang luas, didorong oleh ketidakpastian makro, pelemahan dolar, dan permintaan yang terus berlanjut untuk aset "keras", ujar Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com, dalam sebuah email. "Penembusan emas di atas level bulat lainnya hanya memicu momentum bullish mengingat kurangnya aktivitas jual yang signifikan," kata analis tersebut. Emas dapat menguji level utama berikutnya di $4.000/oz, dengan $3.900/oz telah ditembus, tambah Razaqzada. Emas spot naik 0,3% ke level $3.969,75/oz setelah sebelumnya...
Indeks Dolar AS (DXY) lanjut menguat untuk hari kedua dan sempat berada di sekitar 98,20 pada sesi Asia, didorong komentar hawkish Presiden Fed Kansas City, Jeffrey Schmid. Ia menegaskan The Fed harus menjaga kredibilitas melawan inflasi, menyebut inflasi masih terlalu tinggi, dan menilai kebijakan moneter saat ini sudah "tepat kalibrasi." Namun dorongan itu berhadapan dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga yang makin besar, plus penutupan pemerintah AS yang masih berlangsung. Alat CME FedWatch kini memproyeksikan peluang pemangkasan 25 bps pada Oktober sekitar 94% dan peluang tambahan 25...
Emas (XAU/USD) sedikit melemah setelah menyentuh level tertinggi baru sepanjang masa pada Selasa pagi, meskipun koreksi signifikan tampaknya sulit terjadi di tengah kondisi fundamental yang mendukung. Dolar AS (USD) menarik beberapa pembeli untuk hari kedua berturut-turut dan ternyata menjadi faktor kunci yang melemahkan permintaan komoditas tersebut. Selain itu, sentimen bullish yang mendasarinya berkontribusi membatasi emas batangan safe haven di tengah kondisi jenuh beli yang masih terjadi pada grafik jangka pendek. Namun, semakin diterimanya bahwa Federal Reserve AS (Fed) akan...