
Harga minyak melemah pada hari Kamis(19/9), ditutup melemah karena para pedagang masih khawatir tentang prospek ekonomi AS sehari setelah Federal Reserve AS memangkas suku bunga untuk pertama kalinya tahun ini. Minyak mentah Brent berjangka turun 51 sen, atau 0,8%, menjadi $67,44. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 48 sen, atau 0,8%, menjadi $63,57. The Fed memangkas suku bunga acuannya sebesar seperempat poin persentase pada hari Rabu dan mengindikasikan akan terus menurunkan biaya pinjaman selama sisa tahun ini, menanggapi tanda-tanda pelemahan di pasar tenaga...
Emas melemah tipis pada awal sesi Asia di tengah suasana pasar yang berhati-hati. Pasar masih melihat probabilitas tinggi pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 bps pada Oktober, namun panduan bank sentral cenderung sedikit hawkish, kata Daniel Takieddine dari Sky Links Capital Group dalam surel. Para pejabat The Fed tampak enggan sepenuhnya mendukung pelonggaran yang lebih dalam, sehingga hasil pertemuan FOMC membuat logam mulia ini sensitif terhadap data ekonomi yang akan datang, tambah sang salah satu pendiri dan CEO. Harga spot gold turun 0,1% ke $3.638,75/oz. (azf) Sumber: Dow...
Harga minyak bergerak campuran pada awal perdagangan Asia di tengah kemungkinan penyesuaian posisi. Komentar Presiden AS Donald Trump bahwa ia lebih memilih harga minyak rendah ketimbang sanksi terhadap Rusia telah meredakan kekhawatiran atas gangguan pasokan, tulis analis ANZ Research dalam laporan riset. Trump mengatakan kepada wartawan bahwa "jika kita menurunkan harga minyak, perang berakhir," sebuah sinyal bahwa ia ingin membatasi pendapatan yang diterima Rusia dari industri minyak untuk mendukung perangnya di Ukraina, tambah para analis. Kontrak berjangka WTI bulan terdekat turun...