Saturday, 23 May 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
RECENT NEWS

Home

Emas Turun di Bawah $4.000: Saatnya Masuk?
Tuesday, 28 October 2025 14:15 WIB |

Emas masih lemah pada Selasa, 28 Oktober 2025 dan bergerak di bawah $4.000 per ons, sekitar $3.970-$4.020, setelah turun ke level terendah hampir tiga minggu. Tekanan jual datang karena pasar makin optimis soal potensi kesepakatan dagang AS-Tiongkok yang akan dibahas langsung Trump dan Xi, jadi minat ke aset aman seperti emas turun dan investor pindah ke aset berisiko. Secara teknikal, kegagalan emas bertahan di atas $4.000 juga memicu profit taking. Tapi ini belum berarti tren emas selesai. Pasar hampir yakin The Fed akan memangkas suku bunga lagi 25 bps, yang bisa melemahkan dolar AS dan...

Minyak Brent Turun Risiko Reda, Stok Melimpah
Tuesday, 28 October 2025 18:43 WIB | Minyak WTI brent oil

Brent terus melemah pada Selasa(28/10) karena dua tekanan utama jalan bareng: suplai global kelihatan longgar sementara risiko geopolitik agak reda. Dari sisi suplai, pasar lagi khawatir bakal terjadi surplus besar karena produksi tinggi dari produsen utama dan sinyal bahwa OPEC+ siap melonggarkan pemangkasan output, jadi pasar takut stok bakal numpuk dalam beberapa bulan ke depan. Di sisi risiko, tensi Timur Tengah mulai turun setelah ada progress menuju gencatan senjata, jadi "premi ketakutan" yang biasanya ngejaga harga minyak tetap tinggi ikut hilang. Kombinasi oversupply + ketenangan...

Emas Masih Tertekan Jelang The Fed
Wednesday, 29 October 2025 07:44 WIB | GOLD

Harga emas saat ini bertahan di area sekitar $3.9K“$4K per ons, jauh di bawah rekor di atas $4.3K per ons yang dicapai pekan lalu. Setelah tiga hari penjualan besar-besaran, harga mulai stabil tetapi belum pulih penuh karena banyak investor sudah mengambil profit dari reli ekstrem sebelumnya. Emas masih naik sekitar 50% tahun ini, didukung beli besar-besaran dari bank sentral dan kekhawatiran soal nilai mata uang, namun momentumnya kembali melemah.Secara fundamental, emas lagi ketahan karena dua hal: pertama, pasar semakin optimis soal potensi kesepakatan dagang AS“China, jadi kebutuhan...