
Perak bergerak melemah di awal sesi Asia, berkisar dekat $48,45 setelah sempat menyentuh level tertinggi 14 tahun. Penguatan kembali Dolar AS-seiring kenaikan imbal hasil obligasi AS-membuat komoditas berdenominasi USD terasa lebih mahal bagi pembeli luar negeri, sehingga menekan harga perak. Meski begitu, ketidakpastian global dan harapan pemangkasan suku bunga The Fed berpotensi membatasi penurunan lebih lanjut. Sentimen "safe haven" masih terjaga karena penutupan pemerintah AS memasuki hari ketujuh, dengan Senat gagal meloloskan rancangan anggaran sehingga data ekonomi penting seperti...
Harga emas (XAU/USD) melemah pada perdagangan hari Selasa setelah reli kuat sebelumnya, terseret oleh penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi Treasury. Sentimen risk-off mulai mereda seiring munculnya optimisme bahwa negosiasi anggaran pemerintah AS akan segera mencapai titik terang, sehingga mengurangi permintaan terhadap aset safe haven. Selain itu, beberapa pelaku pasar juga mulai melakukan aksi ambil untung setelah harga emas sempat mencetak rekor tertinggi di atas $3.900 per ons pada awal pekan. Meskipun demikian, prospek jangka menengah emas masih cenderung positif....
Perak menembus $48/oz dan mendekati puncak 14 tahun karena investor mencari safe haven di tengah shutdown pemerintah AS yang sudah masuk minggu kedua, bikin rilis data tertunda dan prospek ekonomi buram. Pasar juga menilai The Fed berpeluang pangkas suku bunga 25 bps bulan ini, dengan peluang penurunan lanjutan di Desember-kombinasi yang biasanya mendukung logam mulia-meski USD sesekali menguat. Di fundamental, permintaan fisik dari surya dan elektronik tetap kuat, sementara defisit pasokan global diperkirakan berlanjut pada 2025, jadi penopang harga. Ke depan, pasar memantau keputusan Fed,...