
Harga minyak lanjut naik karena risiko pasokan Rusia (Primorsk, Ust-Luga, Kirishi) + dolar melemah jelang peluang pemangkasan 25 bps The Fed. Poin penting: Brent $67,20 / WTI $62,94; serangan drone berpotensi mengurangi ekspor Rusia ke India & Tiongkok; data Tiongkok lemah (pabrik/ritel) tapi throughput kilang & "apparent demand" naik; sentimen juga dipengaruhi kabar tarif dagang (G7/AS) serta kekhawatiran permintaan BBM AS. Intinya, ada premi risiko pasokan yang mengangkat harga, sementara sisi permintaan campuran menahan reli terlalu jauh. Prospek ke Depannya : Bias jangka pendek...
Ada sentiment positif menjelang potensi pemangkasan suku bunga (rate cut) dari The Fed membuat logam mulia termasuk perak jadi lebih menarik karena biaya memegangnya (carry cost) kemungkinan turun kalau bunga turun.Pada saat analyst ini di rilis,harga perak Berada Di Level $ 42.178 Source: Newsmaker.id
Emas berkonsolidasi di sekitar $3.650 (resistensi dekat), masih terbantu USD lemah dan yield AS yang reda. Level kunci: $3.675 (high terbaru) di atas, $3.626 sebagai support. Keputusan FOMC jadi penentu: dovish (-25 bps + sinyal lanjut) - USD cenderung melemah - emas berpeluang naik; lebih hati-hati/hawkish - USD bisa memantul - emas rawan koreksi ke area support. Harga minyak saat artikel ini ditulis adalah $3659PERNYATAAN Catatan: Artikel ini bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Pertimbangkan perkembangan fundamental dan teknikal dalam perdagangan sebelum membuat keputusan...