Saturday, 23 May 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
RECENT NEWS

Home

Penguatan Dolar AS Menahan Laju Emas
Thursday, 11 September 2025 16:23 WIB | GOLD EMAS

Harga emas terpantau melemah pada perdagangan Kamis (11/9 setelah sempat mencetak rekor baru awal pekan ini. Tekanan jual muncul seiring penguatan dolar AS dan naiknya imbal hasil obligasi, yang mengurangi daya tarik logam mulia sebagai aset lindung nilai. Investor cenderung melakukan aksi ambil untung menjelang rilis data inflasi konsumen Amerika Serikat, yang dapat menjadi penentu arah kebijakan suku bunga The Fed. Meski terkoreksi, prospek emas jangka menengah masih relatif positif, terutama bila bank sentral AS memberi sinyal pemangkasan suku bunga lebih agresif pada pertemuan...

Permintaan Industri Kuat, Batasi Penurunan Perak
Friday, 12 September 2025 07:39 WIB | Perak

Perak $41/oz tetap tinggi usai data AS (CPI jinak, klaim jobless naik) mempertebal peluang rate cut The Fed 25 bps pekan depan”melemahkan Dolar dan menopang logam mulia. Latar permintaan industri (terutama PV/elektrifikasi) menjaga bias positif.Secara teknikal, area $41 jadi penopang awal; tembus $42 membuka ruang ke $42,5. Gagal bertahan bisa koreksi ke $40,5“$40,0 sebelum minat beli muncul lagi.(ads)Harga perak pada saat penulisan adalah $41.431/Toz.(ads)DISCLAIMERCatatan: Artikel ini hanya untuk tujuan analisis dan bukan referensi definitif. Harap pertimbangkan perkembangan...

Emas Perkasa di Tengah Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Fed
Friday, 12 September 2025 10:25 WIB |

Harga emas terus mendekati level $3.650 per ons dan bersiap mencatat kenaikan mingguan keempat. Hal ini dipicu oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga AS, seiring arus masuk ke dana ETF berbasis emas yang semakin meningkat. Perak juga ikut terkerek, mencapai $42 per ons-level tertinggi sejak 2011. Pasar sentimen didukung oleh data inflasi konsumen AS bulan Agustus yang sesuai perkiraan, memberi ruang bagi The Fed untuk menurunkan biaya pinjaman setelah data pasar tenaga kerja sebelumnya menunjukkan pelemahan. Para pelaku pasar kini memperkirakan setidaknya satu kali...